Tentang Saya

Blog ini muncul ibarat setetes air di lautan dunia maya … tak seberapa memang, jika dibandingkan blog-blog pendahulunya. Namun sejuta harapan yang terpendam mendorong kami untuk tetap menulis, tetap beramal dan tetap berharap: “Semoga usaha yang tak berarti ini diberkahi oleh-Nya… dan mendapat tempat di hati pembaca…”

Oleh karena itu, sumbangsih ikhwaani dan akhawaati fillah sangat kami harapkan… apakah nilai semua tulisan ini jika tidak ada yang membaca? Apakah nilai sebuah bacaan jika tidak berkesan? Apakah arti sesuatu yang mengesankan jika hanya dipendam? Jadi, kami harap luangkanlah sejenak waktu anda untuk berkomentar… atau paling tidak mengisi vote demi kebaikan kami dan ikhwah sekalian…

Kami harap jangan tinggalkan blog ini sebelum voting, Jazakumullah khairan fid dunya wal aakhirah…

Akhukum,

Abu Hudzaifah Al Atsary,

Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Ulumul Hadits, Islamic University of Medina, KSA.

[polldaddy poll=1624050]

COMMENTS

WORDPRESS: 299
  • comment-avatar
    ad-dariny 11 years ago

    jazakallohu khoiron atas tulisannya….

  • comment-avatar
    abuzakaria 11 years ago

    assalamu’alaikum,
    salam kenal ustadz,ana mahasiswa T.Elektro ITS Surabaya.
    ana juga dari solo,dari Sukoharjo…
    Jika pulang mampir ke tempat kami .Pesantren mahasiswa Thaybah,surabaya.

    • comment-avatar

      wa ‘alaikumussalaam warahmatullaah wabarakaatuh…
      Insya Allah ana sempatkan mampir ke surabaya… masya Allah, senang juga berkenalan dengan technocrat macam antum…

  • comment-avatar

    Assalamu’alaykum ust…
    Salam kenal ustadz, ana mahasiswa Teknik Industri ITS Surabaya (juga temannya abu zakaria), tulisan-tulisan antum bagus ustadz..Alhamdulillah banyak manfaatnya. Ana juga punya blog ustadz…bolehkan suatu waktu ana co-pas dari blog ini ke blog ana ? O iya…ana juga keponakannya pak Mangesti “Baitul Izzah”.
    Kalo pulang mampir ngisi di ITS ustadz….
    Barokallahufik

    • comment-avatar

      Ahlan wasahlan… marhaban bikum
      Masya Allah, komentar yang menyenangkan sekaligus membangun… dan masya Allah blog ana belum apa-apa dibanding blog antum hehe… sangat menarik dan kreatif, tafadhdhal kalo mau co-pas atau apa aja yang bermanfaat, Hak Cipta TIDAK Dilindungi Undang-undang.
      iklan anti rokoknya bagus juga tuh… bagaimana cara buatnya ya, pengen pasang kaya gituan di blog.
      Insya Allah ana sempatkan mampir Surabaya dan ngisi…
      wassalaam

  • comment-avatar
    dimas 11 years ago

    assalamu’alaikum..

    blognya sudah bagus ustad, tulisan2nya juga…

    boleh ana jdkan blog ustad link?

    syukron

  • comment-avatar
    araralututu 11 years ago

    Assalamu’alaikum ustad. Subhanallah blognya bagus sekali ustad. Salam kenal ustad.

  • comment-avatar

    Assalamu’alaikum, Ustadz izin link blog antum ke blog ana. sekalian copas artikel-artikelnya.semoga bermanfaat untuk kaum muslimin.
    salam kenal dari ana,di priok (jakarta)

  • comment-avatar

    assalamu’alaikum
    tulisan2 antum bagus ustadz….
    btw kapan pulang ke solo? juli ini pulang ke solo ustadz?
    klo pulang ana undang ngisi di SMA ana ya ustadz, di gemolong, sragen… alhamdulillah adik2 SMA ana lg semangat2 nya ngaji…
    ni blog adik2 SMA ana, http://mki-sman1g.co.cc

    barokallahu fiikum

    abu zayd el posowy
    http://salafiyunpad.wordpress.com

  • comment-avatar

    Assalamu’alaykum ust…..ini ada pertanyaan seorang akhwat yang “nyasar” ke email ana. Karena ana khawatir salah menjawabnya…maka ana serahkan ke antum untuk menjawabnya. Mohon jawaban ini dijawab via email ana aja supaya jawabanya dapat segera tersampaikan ke akhwat yang berkaitan. Jazakumullah khoiron.

    Pertanyaan:

    Terus berjalan diatas sunnah sungguh memang tidak mudah, saya yang dulu bersemangat ingin istiqomah di jalan sunnah ternyata goyah dan harus mngorbankan hijab syar’i. bukan tanpa berat hati saya melakukannya tapi karena ada tuntutan. setelah lulus saya dituntut untuk bekerja oleh saudara dan orangtua. hal itu sangat wajar karna ibu saya membiayai dengan banyak perjuangan, mungkin bagi saya sebuah penderitaan. penderitaan yang tulus dari seorang ibu yang ingin mengubah nasib anak-anaknya agar tidak seperti orang tuanya.ibu bekerja sebagai pembantu rumah tangga selama 10 tahun lebih,sejak saya kelas 6 SD dan sekarang saya sudak kuliah semester 6. sedangkan ayah tidak bekerja karena sakit. akhir-akhir ini ibu sering sakit tapi didepan anak-anaknya beliau bisa menahan semua itu karena belaiu tidak mau kalau anak-anaknya merasa terbebani karena memikirkannya..
    3hari yang lalu saya mulai memakai jilbab ukuran orang awam dengan tujuan saya mau ikut organisasi kampus agar saya bisa mencari pengalaman untuk selanjutnya sebagai bekal untuk bekerja. awalnya saya tetap ingin memakai jilbab syr’i tapi saya merasa tidak kuat menerima konsekuensinya. saya takut ukhti2 yang lain terfitnah oleh orang lain karena melihat saya dengan hijab syar’i tapi berkelakuan seperti orang awam.
    satuy tujuan saya jika saya nanti bekerja,”SAYA INGIN ANAK-ANAK SAYA BISA BERJALAN DIATAS SUNNAH DAN MELAKSANAKAN SYARIAT ISLAM SECARA KAFFAH”
    apakah menurut anda keputusan yang ana ambil adalah keputusan yang salah? dan salahkah saya ingin mncapai keinginan seperti diatas.?

    • comment-avatar

      Walaikumussalaam wr wb, Kepada ukhti fillah… pertama-tama saya ucapkan Baarakallaahu fiiki atas niat baik anti untuk istiqamah di atas sunnah, mudah-mudahan Allah meneguhkan hati ukhti untuk terus isitqamah dan memberikan kesabaran atas konsekuensi dari itu semua, termasuk yang sedang ukhti alami sekarang.
      Sebelum menjawab pertanyaan, ada beberapa hal yang perlu ana konfirmasikan dari e-mail anti ini, pertama: Apa dan bagaimana yang anti maksudkan dengan hijab syar’i? mohon lebih dijelaskan karena gambaran kita mungkin tidak sama dalam hal ini.
      Kedua: Apa dan bagaimana yang anti maksudkan dengan mengorbankan hijab syar’i tsb? Apakah dengan menanggalkannya secara total, atau merubahnya? kalau jawabannya yang pertama –dan itu mustahil menurut ana– maka hukumnya haram. Namun kalau yang kedua, maka mohon dijelaskan bagaimana bentuknya?

      Adapun ketakutan ukhti untuk memakai hijab syar’i karena merasa masih berkelakuan seperti orang awam, merupakan salah satu was-was syaithan yang tidak boleh anti dengarkan. Anti harus tahu bahwa rezeki di tangan Allah, bukan di tangan manusia. Kalau anti mengorbankan hijab syar’i demi masuk ke organisasi kampus dgn tujuan mencari pengalaman kerja, maka sama dengan mengorbankan ridha Allah, padahal niat anti ialah untuk bekerja, alias mencari rezeki yang itu sdh ditentukan kadarnya oleh Allah, dan tidak akan berubah dengan usaha anti. Artinya, kalau lah rezeki anti hari ini adalah Rp 100 ribu, maka betapa pun payahnya anti bekerja, baik dgn memakai hijab syar’i maupun menanggalkannya, anti tidak akan mendapat lebih dari itu… tetap 100 ribu. Jadi, silakan pilih: 100 ribu + ridha Allah (hijab syar’i), atau 100 ribu + dosa (jilbab awam)?
      Ingatlah Sabda Nabi yang artinya: “Ketahuilah, bahwa apa yang telah ditentukan akan mengenaimu, tidak akan luput darimu; dan apa yang ditentukan akan luput darimu tidak akan mengenaimu” (Disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Arba’in-nya).

      Adapun tujuan anti yang mulia tersebut, tidak berarti menghalalkan segala cara. Belum tentu jika anti bekerja nanti anak anti akan seperti itu khan? Tapi yang jelas bila anti memakai jilbab awam anti telah bermaksiat kepada Allah… kesimpulannya, anti telah rugi karena mengharapkan keuntungan yang belum tentu. alias keliru baik dari sisi agama maupun logika.
      Wallaahu a’lam bishshawab…

  • comment-avatar

    assalamualaikum wr, wb

    ustadz, ana baru belajar islam sesuai dengan manhaj salafi,

    ana mau tanya ustadz, sekarang ini ana bekerja bergerak di dibidang tenaga kerja Indonesia ke SAUDI ARABIA ( khususnya di kota Madinah ), perusahaan ana mengirim tenaga kerja wanita dan laki-laki ke Saudi. apakah pekerjaan ana ini halal ????? apa pendapat ulama di MADINAH mengenai pengiriman tenaga kerja tersebut ?? mohon penjelasannya, dan apa yang harus ana lakukan jika pekerjaan ini tidak sesuai dengan syariat islam.

    sukron katsiran

    Wassalamualaikum, wr. wb

    • comment-avatar

      Alaikumussalaam wr wb…
      Tentang pengiriman Tenaga Kerja pada prinsipnya adalah halal jika memenuhi kualifikasi dan tidak ada unsur penipuan. Misalnya: tenaga kerja yg diminta syaratnya: a, b, c, dst; maka yg anda berangkatkan juga harus memiliki SEMUA syarat tsb, dan bila tidak maka harus diberitahukan apa saja syarat yg kurang.
      Namun khusus TKW, berangkat dari sabda Nabi yg mengatakan: “Tidak halal bg seorang wanita yg beriman kpd Allah & hari akhir utk safar kecuali dgn mahramnya”. Maka anda tidak boleh memberangkatkan kecuali bila ada mahromnya, sedangkan tanpa mahram tidak boleh, sebab hal itu termasuk tolong-menolong dlm maksiat. Apalagi mengingat banyaknya TKW yg mengalami berbagai kezhaliman dan pelecehan sesampainya di Saudi, maka haram hukumnya membiarkan hal ini terus terjadi.
      Sementara ana belum mendapatkan fatwa ulama madinah ttg hal ini, namun yg ana ketahui banyak dari masyayikh di kampus ana yg juga mendatangkan TKI, namun kebanyakan bekerja sbg supir, dan kalau pun ada yg mencari TKW, biasanya mereka minta didatangkan beserta mahramnya (suaminya).
      Alhamdulillah, lapangan kerja yg lebih baik masih banyak insya Allah, tapi usahakan untuk membenahi kesalahan2 yg ada semampunya, baru jika tidak bisa dibenahi anda bisa pindah ke pekerjaan lainnya.
      Wallaahu a’lam.

  • comment-avatar

    Afwan ustadz, jika antum berkenan boleh minta e-mail antum?jazakalloh. mohon balas di e-mail ana abu.fadhil86@gmail.com

  • comment-avatar

    saya mencantumkan blog ustadz di tulisan yang saya bikin tentang syi’ah. sebab saya mencantumkan beberapa nukilan dari blog ini. terima kasih telah menjadi sumber yang bermanfaat.

    jazaakallaahu ahsanul jazaa

  • comment-avatar

    bismillah,
    semoga Alloh senantiasa menjaga antum ya ustadz…

  • comment-avatar

    Assalamu’alaikum

    subhanallah, saya sangat terkesan membaca artikel2 ustadz, terutama yang membahas tentang balasan nan indah, dan bicara sebagai mukjizat ilahi, ana minta izin untuk di kutip artikelnya ke blog ana dgn tetap menyertakan sumber asli, bolehkah ? mohon dimaklumi (ian, depok)
    sukron katsiran

    wassalam..

    • comment-avatar

      Wa’alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh..

      Alhamdulillah, semua berkat taufiq dari Allah, dan jazakallaah atas komentarnya yg sangat membangun.
      Silakan aja di copy.

  • comment-avatar
    jurnal 11 years ago

    Salaamu alaikum..salam kenal ustd..subhanallah blog yg bgs..an izin copy artikelnya ya…

  • comment-avatar

    Assalamu’alaikum.. Ihrish ‘ala maa yanfa’uk

  • comment-avatar
    Bobby Chandra 10 years ago

    assalamu’alaikum

    Ustadz, ana dari Gintungan. Senang sekali bisa jumpa lagi dengan antum lewat blog ini.

    Semoga usaha antum dapat memberi sumbangsih untuk da’wah yang penuh berkah ini…

    • comment-avatar

      Wa’alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh…
      Ahlan bi akhi fillaah dari Gintungan (meski ana baru dengar nama tersebut). Nampaknya kita pernah ketemu ya? Ala kulli haal, jazakallaahu khairan atas komentarnya…

  • comment-avatar
    Saudara 10 years ago

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Saya salah satu yang berdiskusi tentang Bai’at dalam http://ustadzaris.com/bai%e2%80%99at-antara-yang-sunnah-dan-yang-bid%e2%80%99ah-2
    &
    http://abasalma.wordpress.com/2007/11/21/jamaah-imamah-dan-baiat

    Pada akhir-akhirnya, pertanyaan saya tidak dijawab, ada yang dijawab dengan isyarat.
    Postingan saya sebagian ada yang dihapus.

    Tolong dibantu, dimana saya dapat berdiskusi dengan Abu Hudzaifah secara online tentang Bai’at?

    Tolong saya dibantu, sepertinya saya kurang mantap dengan kepahaman yang saya punya saat ini.

    Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    • comment-avatar

      Alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh… setelah saya cek di url yang antum sertakan, ternyata yang berkomentar itu adalah orang lain yang kebetulan berkunyah Abu Hudzaifah, saya sendiri heran karena saya tidak pernah mengomentari maupun menulis masalah baiat, jadi antum salah alamat rupanya…
      Pun demikian, diskusi boleh-boleh saja asalkan rujukan kita adalah Al Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman Salaf. Silakan kalau ada uneg-uneg kita diskusikan bersama, tapi untuk sementara saya sedang banyak kesibukan jadi jawabannya mungkin terlambat.

  • comment-avatar

    ustadz, izin pasang link blog ini di blog saya. syukron. http://www.devarrizaldhi.wordpress.com

  • comment-avatar
    Di Valentino 10 years ago

    Assalammu’alaikum Warohmatulohi Wabarakatuh,

    Ustad, apakah anak laki-laki usia 7 tahun bisa dijadikan mahrom safar ke luar negeri ? karena ana tidak memiliki mahrom.

    Syukron

    Di Valentino

    • comment-avatar

      Wa’alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh… masalah kriteria mahrom yang boleh menemani wanita untuk safar memang menjadi khilaf di kalangan ulama. dalam hal ini mazhab Syafi’i mensyaratkan bahwa mahrom tsb minimal memenuhi dua syarat:
      1-usianya mendekati baligh (puber), dan
      2-berwibawa dan cerdik, hingga orang-orang segan kepadanya dan ia bisa menolong si wanita saat diperlukan.
      Adapun anak kecil yang tidak disegani, dan belum begitu faham banyak hal, maka tidak bisa menjadi mahrom karena keberadaannya sama dengan ketidak beradaannya. Wallaahu a’lam.

  • comment-avatar
    Yonno 10 years ago

    Assalammu’alaikum Warohmatulohi Wabarakatuh.
    Ustadz, Ana mau tanya bagaimana cara mendidik anak agar bisa kuliah mendapatkan beasiswa ke universitas madinah ? Apakah harus saya pesantrenkan dari umur 6 tahun ? tolong berikan tips ya ustadz,

    Syukron jazakallaahu khairan

  • comment-avatar

    barakallohufiik ustadz, tulisannya menarik.. tapi memang butuh pengelolaan ekstra nih agar tidak hanya tulisannya saja yang berbobot, tapi tampilannya agar lebih segar.. so far sudah bagus sih dari sisi konten.

    • comment-avatar

      Wa fiika baarokallaah, syukron atas masukannya, kendalanya memang seperti yg antum sebutkan, kurang pengelolaan, mengingat banyaknya kesibukan lain yg lebih penting, terpaksa aktivitas ngeblog berhenti total u bbrp wkt sampai pada batas waktu yg ana sendiri tidak tahu kapan… sementara hanya menjawab pertanyaan yg masuk semampunya.

  • comment-avatar
    Ummu Afifah 10 years ago

    Assalaamu’alaykum,

    ustadz, ana punya usaha aqiqah. dan ingin buat buku risalah aqiqah. bolehkah ana ringkas dari artikel yang ada di situs almanhaj.or.id? Apakah ustadz berkenan untuk menulis tentang seluk beluk aqiqah secara lengkap ? Syukron atas jawabannya disela kesempitan waktu antum ustadz.
    jazaakallahu khairon katsiiro.

    • comment-avatar

      Alaikumussalaam, anti sebaiknya minta izin dulu dari almanhaj.or.id sebelum menulis risalah tsb, bila diizinkan ya teruskan tapi bila tidak ya anti harus cari sumber lain. Ana sendiri tidak punya waktu untuk itu sementara ini.

  • comment-avatar

    assalaamu’alaykum,ustadz,usul ana aja,bagaimana apabila di halaman tentang saya ini,ustadz mencantumkan biografi ustadz seperti halnya di blog http://www.tanyajawabagamaislam.blogspot.com.

  • comment-avatar
    ibnu abdul aziz 10 years ago

    assalamu ‘alaykum…

    afwan uztadz, ana boleh minta password artikel yang diproteksi….?

    jazakallahu khair…

  • comment-avatar
    abu abdillah 10 years ago

    bismillah
    assalaamu’alaykum
    afwan ustadz, kenapa ada yg diproteksi artikelnya?
    ana bisa tahu paswordnya?
    jazakallohu khoyr

  • comment-avatar

    Afwan ustadz apakah anda yang menulis buku “Beberapa Kesalahan Fatal di dalam buku Harun Yahya” ? Jika benar, saya mengutip tulisan anda dan ada yang berkomentar,…mohon untuk memberikan tanggapan juga terkait tulisan tersebut.Tlg ya ustadz, Jazakallohu khoyron.

  • comment-avatar

    Ustadz tolong tanggapi kitab-kitab Syaikh Mas’ariy terutama kitab Tauhidnya, tapi tolong antum telaah dulu, karena isinya sangat kontroversial. Tapi sepanjang kajian ana isinya sangat ilmiah dan pendalilannya juga sangat banyak. Antum bisa download di link berikut: http://www.tajdeed.org.uk/ar/forums/show/14.page
    Jazakumulloh khoiron atas perhatiannya.

    • comment-avatar

      kalau yg antum maksud adalah muhammad al mis’ary, maka dia telah ditahdzir oleh Al ‘Allamah Syaikh Bin Baz rahimahullah sejak dulu (lebih dari 10 tahun yg lalu). Jangan ambil ilmu sembarangan, apa lagi dari orang yg telah ditahdzir oleh ‘Alim besar seperti Syaikh Bin Baz. Lagi pula dari link yg antum berikan, nampaknya dia menulis itu semua dari Inggris (Sahabat setia Israel dan AS)… pantes aja jika isinya kontroversial. Antum jgn terkecoh dgn banyaknya dalil yg dia bawa, sebab itu semua adalah syubhat bukan dalil… dan dari dulu Inggris memang gemar memelihara orang-orang nyeleneh dan sesat spt dia, lihat saja Muhammad Surur, Abdullah Al Judai’, Salman Rusydi, Muhammad Tijani (Rafidhah), dan orang-orang semisalnya… mereka sengaja dipelihara oleh Inggris untuk kepentingan Inggris, bukan untuk mengajari umat Islam akan agama yg benar. Makanya tak heran jika sejak dulu mereka menjadi sumber fitnah dan bala’… ala kulli haal, ana ga ada waktu untuk ngeladeni si mis’ari, lagi pula link-nya diblokir di saudi, jadi -alhamdulillah- ana ga bisa buka, takut kena syubhat! ingat, jangan main-main dengan syubhat, sebab dia sangat cepat merasuki pemikiran! ini nasehat salaf, bukan omongan ana. Wassalam.

  • comment-avatar

    Assalamu’alaikum.

    Ustadz, ana mohon izin untuk copas dan share apa yang ada di blog ustadz. Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga ustadz, Allahumma amin.

  • comment-avatar

    assalamu’alaykum
    ustadz, kalo pulang ke solo kasih2 kabar. boleh kan saya main2 kerumah ustadz? atau ustadz yg main ke rumah saya di ngruki gg mawar no 16, insyaAllah selalu terbuka buat ustadz. oiya, ustadz kitab Tahqiequl Farqi bainal ‘Aamil Bi’ilmihi wa Ghairihi oleh ‘Allaamah wa Mufti Hadhramaut; As Sayyid Abdurrahman bin ‘Ubeidillah Assaqqaf penerbitnya apa? saya pengen cari, mudah2 di indonesia ada.

    • comment-avatar

      Insya Allah… BTW, kitab tsb bisa antum fotokopi dari Akhi Syarif Ja’far Baradja, dia dikasi oleh muhaqqiqnya, yaitu Syaikh Alawi Abdul Qodir Assaggaf… seinget ana tidak dicantumkan siapa yg nerbitkan. ana juga dapet fotokopian dari Syarif.

  • comment-avatar
    hafidz 10 years ago

    Syarif siapa ustadz? penerbitnya bukan darul hijroh ya? saya punya yg mukhtashor al i’tishom & ta’liq syarh aqidah wasitiyah syaikh muhammad khalil harras karya alawi assaqqaf smuanya dr penerbit darul hijroh…

    • comment-avatar

      Syarif Ja’far Baraja adalah temen ana yang punya buku tsb… nt bisa kontak via e-mail atau YM di: sarif88@yahoo.com
      Dia orang solo tinggal di semanggi. Buku tsb tidak menyebutkan siapa yg nerbitkan (tidak tercantum nama penerbit di halaman Perancis-nya), jd ana tidak tahu… Syarif dpt buku tsb dari Syaikh Alawi langsung.

      • comment-avatar
        hafidz 10 years ago

        oiya deh, syukron ustadz. ntar saya langsung hubungi al ah ***saja. barakallahu fiik…

  • comment-avatar
    ummu hilal 10 years ago

    assalaamu”alaikum ustadz, salam kenal.
    afwan ustadz kolom “tentang saya”-nya kok sedikit banget isinya. kasih tau dong nama asli antum, TTL antum, latar belakang pendidikan, anak-istri sudah berapa ^^ dsb
    semoga nanti bisa ngisi di jakarta kalo sdh selesai kuliahnya…
    di jakarta krisis ustadz karna banyak kajian khusus akhwat diadakan di rumah2 (di masjid sulit dapat izinnya)
    oya ustadz , ana mau tanya kriteria dalam memilih ustadz itu seperti apa ya?karna kalau nanti ustadz2 yang kuliah di madinah sudah selesai dan berniat mengisi di jakarta, kita(para ummahat) tidak tau manhaj ustadz tersebut, gelar Lc kan beli]um tentu salafy. kalau kita tanyakan ke ustadz yazid atau ke ustadz abdulhakim abdat kadang beliau-hafizhohumalloh- tidak kenal (sangking banyaknya ustadz2 baru)…

  • comment-avatar

    assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    ahlan wa sahlan ya habibi, ana asytaqu ilaik, mataa tusafir ilaa indunisia? al mauqi’ mumtaaz.

    • comment-avatar

      wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh… baarakallaahu fiik, ana kadzaalik, walaakin maa usaafir hadzas shaif, qad saafartu ma’a ahli ‘aam al maadhi, was safar muklif jiddan, wallaahul musta’aan…

  • comment-avatar

    Assalaamu’alaykum

    Ustadz ana minta izin untuk meng-copy artikel2 antum yang berupa kisah dan sya’ir yang berkenaan dengan akhlak di blog ana. Ana janji untuk menyebutkan sumbernya secara lengkap dan bukan untuk tujuan komersial, insyaa Allah.

  • comment-avatar
    Ammatullah 10 years ago

    Assalamu’alaikum, Ya Ustadz……..Ana ingin bertanya mengenai aurat wanita, yakni suara.Pertanyaannya, suara yang bagaimanakah yang menimbulkan fitnah?Karena, kami para siswi SPINSA (SMP ISLAM NURUS SUNNAH) akan melakukan siaran secara live di studio kami, yakni Radio Komunitas Nurus Sunnah untuk membaca Al-Qur’an secara tartil.Oh ya Ustadz, mampir ke sekolah kami donk!Tentu saja untuk mengisi kajian.Disini sich sering ada kajian, dan dapat dibilang tiap hari.Klo Ustadz pulang ke Indo, mampir aza ke : JL.Bulusan Utara Raya no.12, Bulusan, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah.Ana kasih info sama Ustadz dan para muhsinin, bahwa sekolah kami membutuhkan bantuan untuk menambah fasilitas guna menunjang pendidikan.Begitu juga masjid yang ada di kompleks kami, Insya Allah akan direnovasi, karena banyak sekali jama’ah pada hari Jum’at.Sampek anak2 aza di suruh keluar untuk mengalah, he,he,he.Ustadz, ngisi kajian di radio kita juga ya!Sudah banyak lho yang ngisi kajian di sini.Jadi, banyak sudah Ustadz yang mampir ke sini.For example, are Ust.Abu Ihsan Al-Atsary, Ust.Abu Fida, dan Ust. lain2 dari Al-Irsyad.Alhamdulillah, lingkungan yang ana tempatin baik banget, Insya Allah.Hati ana juga selalu ingin dan berusah berada pada Shirathal Mustaqim.Do’ain aza ya!Oya, klo Ust. ke sini, tenang aza.Mungkin ada temen Ust. kaleee.Guru kami yang sangat kami segani yakni, Ust.Harits Budiatna.(Temen/kenalan Ust. bukan?)Oh ya, Insya Allah kami akan mengadakan study tour ke Jawa Timur.Dan kita disuruh bawa mahrom oleh sekolah.Bagus bukan, Ust?Tapi, banyak banget lho mahromnya yang nggak bisa ikut karena sibuk.Trus gimana dong solusinya?Ya sudah ya Tadz, kebanyaken nulis, tangan jadi kemeng.Nie lagi belajar di tengah malam tuk menghadapi ujian akhir tahun, dan yang sekarang sedang saya pelajari yakni, Aqidah dan Akhlaq.Alhamdulillah, nggak pake’ bahasa Arab.(Soalnya, buku agama kita berbahasa Arab, seperti Fiqih, Tafsir, Hadhits)Do’ain aza ya Tadz, moga ana bisa lulus SMP.(Meskipun ana masih kelas 2)Tapi, Ust. tetap harus mendo’akan ana, agar ana bisa naik kelas dengan peringkat terbaik.Amin.Keep your self and tetap pada Shirathal Mustaqim!OK!Hati-Hati, Jaga Diri Dari Perbuatan Maksiat!Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    • comment-avatar

      Wa’alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuh…

      Suara wanita sebenarnya bukanlah aurat, tapi wanita dilarang berbicara dengan nada yg lembut/genit sehingga menimbulkan niat jahat bagi lelaki yg mendengarnya. Adapun tentang membaca Al Qur’an, saya pernah mendengar bahwa konon ulama Azhar pernah melarang Ummu Kultsum untuk tilawah Al Qur’an di depan umum (spt di radio, televisi, dsb). Hal ini karena Ummu Kultsum adalah penyanyi top Mesir yg terkenal dengan kemerduan suaranya, sehingga lantunan ayat-ayat Al Qur’an yg dibacanya bisa menimbulkan fitnah. Oleh sebab itu, jika anda termasuk orang yg bersuara merdu, sebaiknya tidak usah ikut dlm acara-acara seperti itu, lagi pula apa sih tujuannya? Kalau cuma ingin belajar ngaji ga usah pake siaran langsung di Radio.

      kalau study tour ga ada mahrom yg ga boleh berangkat, haram tuh.

      Hmm, yang saya kenal dari ustadz-ustadz tsb adalah Abu Ihsan doang, sedangkan Abu Fida dll tmsk Harits Budiatna saya belum kenal…
      Ya deh, belajarlah yg rajin dan kamu yg harus lebih rajin doa, kan doa itu ibadah yg paling dicintai Allah… semoga kamu dimudahkan Allah dalam mempelajari agama-Nya dan lulus dgn peringkat terbaik (tapi yg lebih penting ialah mengamalkan ilmu yg telah dipelajari tadi)… Doa saya biasa-biasa aja kok, bukan kaya doa Nabi…
      jazakillah atas nasehatnya, kamu juga jagalah dirimu baik-baik… wassalaam

  • comment-avatar
    umar baswedan 10 years ago

    Assalamu’alaikum. Afwan ustadz, ana boleh minta e-mail antum?
    jazakalloh. mohon balas di e-mail ana
    omar_bsw@yahoo.com

  • comment-avatar
    Ammatullah 10 years ago

    Assalamu’aikum,Ustadz.Sblmnya, ana ucapin Jazakumullah khoiran atas jawaban dari pertanyaan ana.Maafin ana ya,Tadz, klo ana ngrepotin.Alhamdulillah, ujian bid. agama udah tamat.Akan tetapi berlanjut dgn adanya ujian dari Diknas.Nah, ini dia yg nentuin ana naik kls to ga’.Do’ain ana terus ya,Tadz.Ana harap dlm kesibukan antum, antum dpt memberikan do’a kpd ana.Bukankah do’a dpt mengubah takdir?Syukron Jazilan, wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad.Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

  • comment-avatar

    Assalaamu’alaykum

    Salam kenal stadz, ana mahasiswa fakultas Biologi UGM. Senang berkenalan dengan mahasiswa dari jurusan Hadits UIM seperti antum.

    Oya, ana penasaran stadz, sufyanbaswedan itu salah satu nama marga di arab ya? berarti antum itu turunan arab ya? ana penasaran ingin melihat wajah antum. Mudah2an suatu saat kita bisa “kopi darat”.

    Ana suka dengan blog para ustadz termasuk blog antum dan blog tetangga antum di Madinah [Ad-Dariniy]. Terkhusus kolom tanya-jawab yang ada di blog ini, sangat bermanfaat untuk ana. Walaupun ana belum sempat bertanya, hihihi. Semoga tetap semangat nge-blog ya stadz…

    • comment-avatar

      Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh…
      Ahlan Bi Abi Zayd Al ‘Ashriy… senang juga berkenalan dengan mahasiswa UGM spt antum. Benar memang, Baswedan adalah salah satu marga orang Arab Hadramaut. seperti Bawazir, Baasyir, Sungkar, Baraja, Alkatiri dsb. Inilah yang disinyalir oleh Allah dalam surah Al Hujurat yang berbunyi:
      وجعلناكم شعوبا وقبائل لتعارفوا
      Dia (Allah) menciptakan kalian berbangsa-bangsa (syu’ub) dan berkabilah-kabilah agar kalian saling mengenal. Syu’ub adalah istilah yang berlaku untuk orang non Arab, sedangkan qaba-il berlaku untuk orang Arab.
      Kalau keingintahuan antum terdorong karena ayat ini, maka insya Allah bernilai ibadah. Ala kulli haal, inna akramakum ‘indallaahi atqaakum… ini yang paling penting.
      Jazakallaahu khairan atas support dan kesannya, semoga kolom tanya jawabnya bermanfaat.

  • comment-avatar

    assalamu’alaykum…
    salam kenal ustadz, ana sekarng di batam. Ana di sini ngaji sama ustadz abu fairuz. Ustadz kenal? Mudah2an ustadz suatu waktu bisa ngisi di radio hang

    oh ya, ana izin untuk menyalin artikel di sini dan juga pada halaman soal-jawab untuk blog dan notes fb ana.
    Jazakumullahu khoir

    • comment-avatar

      Wa’alaikumussalaam warahmatullaah wabarakaatuh…
      Ahlan bi Abi Ihsan, marhaban bik… Saya yakin bahwa Abu Fairuz adalah sahabat ana meski ana belum kenal dengan beliau, karena seorang Ahlussunnah di belahan bumi manapun adalah sahabat ana, dan ahlulbid’ah di belahan bumi manapun adalah musuh ana…
      Jazakallaah atas tawaran antum untuk mengisi di radio hang… mudah-mudahan bisa kesampaian. Insya Allah jika thesis sudah selesai, ana sempatkan untuk itu… Salam untuk Ustadz Abu Fairuz hafidhahullah.
      Selama aturan diikuti, silakan aja mengcopy materi blog ini…

  • comment-avatar

    Ustadz, kalo boleh tahu, hehe, judul tesis antum apa stadz? Ntar kalo dah jadi boleh ana minta softcopy-nya ga? 😀

    • comment-avatar

      Thesis ana adalah tahqiq kitab Al Maqashidul Hasanah karya Imam As Sakhawi (w. 902 H) murid kesayangan Ibnu Hajar Al Asqalani. Kitab ini digarap oleh 5 mahasiswa dan ana salah satunya. Isinya ialah kumpulan hadits-hadits yang masyhur beredar di masyarakat. Kitab ini sudah lama dicetak tapi tanpa takhrij sama sekali dan banyak kekeliruan yg belum dikoreksi. Antum bisa dapatkan dlm maktabah Syamilah kalau mau, tapi yg tanpa tahqiq alias bukan thesis kami…
      Nanti kalo sudah selesai semua akan kami ajukan ke penerbit di sini agar dicetak, dan setelah itu insya Allah akan ada yg mengcopynya dlm format PDF sehingga bisa didownload oleh siapa saja termasuk antum…

  • comment-avatar

    Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh

    Salam kenal ustadz…..

  • comment-avatar

    Subhanallah……dengan perantara akhina fatia satia engge ana masuk ke blog antum…..salam kenal ana ikhwan Cilegon. Insya Allah kami juga siap untuk antum singgahi guna ngisi kajian ditempat kami……salam untuk akhina ustadz Fauzan Cirebon

    • comment-avatar

      Marhaban bik ya Ibna Rosyid… insya Allah tahun depan ana liburan di Indonesia, semoga bisa mampir cilegon… Biasanya ana singgah bbrp hari di Jkt, Cilegon di Banten khan? Berarti ga terlalu jauh dari Jkt…
      Insya Allah ana sampaikan salam antum ke Fauzan.

  • comment-avatar

    Assalamu’alaikum. Ustadz, mau tanya pengumuman mahasiswa Madinah thn ajaran 2010/2011. Kira2 pengumumannya kapan nggih? Sebelumnya jazakaAllah Khairan katsiran. Wassalamu’alaikum_

    Muhammad Iqbal
    ============

    • comment-avatar

      wa’alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh… Pastinya kapan memang tidak pernah ada pengumuman selama ini. Tapi biasanya ya pas liburan gini… mungkin dalam minggu-minggu ini. Wassalaamu’alaik

  • comment-avatar

    Assalamu’alaikum ustadz, blog antum sangat berkualitas dan sangat bermanfaat. semoga Alloh membalas kebaikannya dengan yg lebih.

  • comment-avatar
    abu husain mu'awiyah 10 years ago

    alhamdulillah, ustadz gak bosen2 memberikan pencerahan.

    saya sangat terbantu dengan informasi2, dan ilmu yang bermanfaat.

    semoga ustadz selalu sehat dan dapat menyelesaikan studi sampai menjadi profesor

  • comment-avatar
    riyanto 10 years ago

    Assalamu’alaikum… Ustadz. Ana sekarang di Kalimantan tengah, asal ana dari Bantul Yogyakarta, Tulisan-tulisan Ustadz sangat bagus, terutama tips shalat khusu’. semoga ana dapat mengamalkannya ( mohon do’a nya Ustadz ). banyak uneg-uneg yang ana akan sampaikan, Insya Allah kesampaian. Syukron.

  • comment-avatar
    abu ibrahim 10 years ago

    assalaamu’alaykum

    semoga Allah memberkahi saya dan ustadz
    banyak manfaat yang bisa saya ambil melalui web ini

    jazaakallahu khoiron

  • comment-avatar
    totok 10 years ago

    assalamu’alaikum ustad,sebenarnya banyak skli uneg2saya,saya sedang tugas dilibanon dtmpt saya blum ada mushola kemudian saya rubah ruangan menjadi mushola,ada satu rekan yang tidak suka dg kami,dsetiap ceramah kutbah sli menyindir isbal,jaman rosulullah banyak tai onta sekarang ini sudah gak ada,dan ontanya diarab,begitu juga dia g suka dg shaff yg lurus dan rapat bersentuhan kaki,saya 2 kali dipanggil atasan karena tidak ikut yasinan dan alasanlain akhirnya saya mundur dan tidak mau jadi imam dan khotib karena akan menjadi perdebatan, puasa ini saya diminta mjdi imam biar gantian,biar doa dan sholawatan bid’ah bilal saya tidak mau.tetapi dalam setiap kultum selalu disindir,setiap ada yg belajar dan dekat dg kami dipanggilnya,,yang menjadi pertanyaan bolehkah saya meningglkan sholat jamaah ini apakah boleh berlaku sebagai musafir

    • comment-avatar

      Alaikumussalaam. Orng yg menyindir Isbal krn di zaman Rasulullah banyak tahi onta… dst, itu menunjukkan kejahilan dia dan bahwa dia hanya bicara atas dasar hawa nafsu. Adapun ttg shaff yg rapat dan lurus, ada sedikit pemahaman yg perlu dikoreksi di sini… meskipun dlm salah satu riwayat hadits disebutkan bhw para sahabat konon mendempetkan betis,kaki, dan bahu mereka dengan orang yg disebelahnya ketika shalat berjama’ah; tidak berarti bahwa kaki harus benar-benar bersentuhan, sebab ungkapan tsb maksudnya ialah mubalaghah dlm merapatkan shaff, tanpa harus berarti benar-benar menempelkan kaki dan betis… karena dlm riwayat lain disebutkan dgn ungkapan: ‘mendempetkan lutut dengan lutut’, dan hal ini tidak mungkin bisa dilakukan bila bahu dan kaki juga hendak didempetkan… intinya, jagalah agar bahu bisa merapat satu sama lain, insya Allah itu sudah cukup tanpa harus bersentuhan kaki. apalagi jika mengingat bahwa bentuk kaki orang beda-beda, ada yg cenderung miring ketika berdiri (spt hurf v) dan ada yg lurus… nah kalau kakinya harus nempel (lurus semua) justru akan membuat ybs tidak nyaman… wallahu a’lam.
      Ttn shalat jama’ah yg ditanyakan, saya sarankan antum bersabar aja dgn gangguan mereka dan tetaplah bersikap baik kpd mereka. Allah berfirman yg artinya: “Balaslah dengan yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang sangat memusuhimu akan menjadi sahabat dekat” (Fushshilat: 34). Tetaplah istiqomah dgn sunnah Rasul dan tinggalkan bid’ah, bersabarlah dengan sindiran mereka karena itu semua menjadi tabungan pahala untuk antum… namun jangan meninggalkan jama’ah tsb jika tidak ada jama’ah lain yg lebih baik, sebab hukum shalat berjama’ah adalah wajib kecuali bila ada udzur spt sakit, kondisi yg tidak aman (takut), atau ketika seseorang tdk mendapati orang yg hendak diajak berjama’ah. Musafir bukanlah orang yg mendapat dispensasi untuk meninggalkan shalat jama’ah selama dia bisa melakukannya. wallahu a’lam.

  • comment-avatar
    Ammatullah 10 years ago

    Ustadz,ana dan temen2 ana dari Nurus Sunnah mau titip salam buat Ustadz Isnain dan Ustadz Hendro ‘Ali Gofur.Kapan mau maen KE NS?KAMI TUNGGU JAWABANNYA!

  • comment-avatar
    Ammatullah 10 years ago

    ‘Af1,Tadz.Ada yg lupa,ana cuma mo ngasih saran.Klo Ustadz jawab soal,pake’ sumber dalilnya donk!Syukran 🙂

  • comment-avatar
    Ammatullah 10 years ago

    Assalamu’alaikum,Akhi.Ana punya usulan,gimana klo Antum ngasih nama alamat E-mail di rubrik ini.Klo misalnya ada yang punya uneg-uneg dan mo curhat tapi g’ pingin dilhat ma orang kan bisa ngirim E-mail ke Antum.Oya,ana punya pertanyaan,kenapa di blog punya Antum g’ ada iklan/gambar,kitab,murotal,kajian yang bisa di download ya?Tambah maju,donk blognya!Biar tambah penggemar.

    • comment-avatar

      Wa’alaikumussalaam. Good Idea… ntar ana pasang dech. Adapun usulan lainnya sementara ini ana pending dulu karena kesibukan yg mendesak. Insya Allah kedepannya akan ana vermak jadi lebih menarik… so, be patient.

  • comment-avatar
    suharto 10 years ago

    Assalamualaikum Ustad…,mau tanya kalau kajian sunnah di Cianjur ada gak ya…?barangkali Ustadz punya referensi….Syukran

    • comment-avatar

      Wa’alaikumussalaam warahmah… sayang sekali akhi, sejauh ini ana belum punya referensi di Cianjur. Kalo Bandung dan bogor sih ada…

      • comment-avatar
        suharto 10 years ago

        Syukron Ustadz…,minta yg di Bandung saja Ustadz….sebenarnya teman-teman kantor juga mulai tertarik dengan Kajian Sunnah….memang perlu penjelasan yg lembut untuk mereka….syukron

        • comment-avatar

          Di Bandung ada yayasan Ihya’u As Sunnah, di antara ustadz yg ana rekomendasikan adalah Abu Haidar Al Sundawi dan Abu Qotadah… Abu Haidar dulu tinggal di Selacau (agak pelosok, bukan di kota Bandung-nya), tapi beliau suka ngisi di kota. Info lebih lanjut silakan kontak ke Paman Saya yg sering ngaji dgn beliau-beliau itu. No-nya: 022-6032689, namanya Bp Khalid.

      • comment-avatar

        Bismillah, ustadz, sekadar menambahkan untuk kajian di Bandung (Cileunyi) juga ada di Ma’had Adhwa us Salaf (http://adhwaus-salaf.or.id/)

    • comment-avatar

      Sekedar info, di Sukabumi ada kajian salafi yang diselenggarakan Pesantren Al-Ma’tuq. Dari Cianjur ga jauh kan?
      Lihat infonya di http://www.almatuq.net
      Jazakumullah

  • comment-avatar
    arif m 10 years ago

    Assalamu’alaikum ust…izin masukin blog antum di fb ana ya…semoga banyak manfaat bagi umat…jazakumullah

  • comment-avatar
    abu abyan 10 years ago

    afwan, ustad kl antum yg nulis buku “*******” bkn? syukron

  • comment-avatar
    johan 9 years ago

    Assalamualaikum Ust.Abu Hudzaifah Al Atsary catatan antum sangat berharga dan ilmiah sekali saya ucapkan terima kasih bisa mengambil manfaatnya dari blog ustadz…dan saya mohon izin untuk mengambil catatan ustadz…Terima kasih

  • comment-avatar

    assalamualaykum.

    semoga Allah SWT senantiasa menjaga antum dng kesehatan dan kesabaran dlm menegakkan sunnah ini, dibalik kerusakan akidah dng berbagai penyimpangan pemikirannya.

    ana berharap, pembahasan yg singkat dan tepat sasaran [untuk pembaca awal, yg baru memahami manhaj salaf ini] dapat mempercepat loading data, ketika mengklik blog ini.

    sunnah itu mudah, jangan mau dibikin susah ! [nb:namun jangan mempermudah]

    • comment-avatar

      Syukron atas komentarnya… tapi ana belum faham maksud antum. Apakah blog ini susah diloading? atau ada pembahasannya yang berbelit-belit? mohon dijelaskan lebih lanjut… jazakallaahu khairan.

  • comment-avatar
    abu ibrahim 9 years ago

    assalaamu’alaykum

    kok gak update tulisannya ustadz?

  • comment-avatar

    Assalamualaikum..ikut baca n ngambil ilmu dr blog ini ya pak..

  • comment-avatar

    Assalamu’alaykum ustadz,
    Salam kenal ustadz, ana mahasiswa Teknik Mesin di salahsatu perguruan tinggi d depok. Setelah sekian lama mngambil faidah dr blog antum dan banyak nanya d page soal jawab, akhirnya baru sempet ngisi komentar disini.
    ana request posting bertema ‘biorafi imam asy-syathibi’ ya ust, soalnya ana cari2 d internet tp ga ketemu yg ‘tsiqoh’.
    ana jg nunggu lanjutan post ‘lika-liku menggapai hidayah’, penasaran nih stadz.. hehe
    barakallahufiyk..

  • comment-avatar
    sunnah 9 years ago

    assalamualaykum ustadz,mohon maaf ingin bertanya:
    1.Apakah orang yang tiba” muncul dalam hatinya bisikan mentalak istrinya akan jatuh talak?padahal dirinya tidak menginginkannya?
    2.Apakah perkataan gara-gara nikah aku menjadi seperti ini termasuk kata” talak?
    3.Apakah kata-kata kalo kamu tahu rasanya nikah,nyesel kamu……. sambil bercanda bilang kok g dari dulu aja nikahnya,apakah termasuk talak?
    4.apakah perkataan selamat tinggal kekasihku termasuk perkataan talak?
    mohon penjelasannya segera ustadz ,afwan

    • comment-avatar

      Hukum talak hanya berlaku bila lafazhnya memang jelas-jelas bermakna talak; seperti: Kamu saya talak, kamu saya cerai, jatuh talak kepadamu, kau bukan lagi istriku, dsb (baik secara lisan maupun tulisan). Atau kata sindiran yg diiringi niat talak. Kata sindiran adalah kata-kata yg maknanya bisa berarti talak dan bisa juga berarti bukan talak. spt: “Kembalilah ke rumah orang tuamu”. Jika ia berniat mentalak istrinya saat mengucapkannya, maka jatuhlah talak tersebut. namun jika ia sekedar berniat menyuruhnya pergi ke rumah orang tua tanpa berniat menceraikan, maka tidak jatuh talak. Namun bila ada indikasi kuat ke arah talak; spt dia mengucapkannya ketika sedang bertengkar hebat dgn istrinya, maka berarti ia bermaksud talak. Ala kulli haal… masalah spt ini harus dibawa ke pengadilan agama, karena menyangkut dua belah pihak. Jawaban saya di sini hanya bersifat menjelaskan secara ilmiah, bukan fatwa yg boleh diterapkan.

  • comment-avatar
    Abu Muhammad bin Kaswan 9 years ago

    Assalamu’alaikum..
    Salam kenal Ustadz, blog ilmiah yang sangat bagus dan menawan. Semoga Ustadz segera menyelesaikan studinya di Madinah dan kembali ke Indonesia untuk menularkan ilmunya ke ikhwah kaum muslimin di sini. Klo pulang ke Indonesia kapan-kapan bisa ngisi kajian di Masjid An-Nur Kampung Arab Indramayu.

    بارك الله فيكم

    Sutrisno Abu Muhammad bin Kaswan, Indramayu

    • comment-avatar

      Wa’alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh… ahlan wa sahlan bik ya akhi… senang bisa kenalan dengan antum. Ana baru tahu kalo ada kampung arab di Indramayu… boleh juga tuh kapan-kapan mampir ke sana. Jazakallaah khair atas supportnya. waffaqakallaah

    • comment-avatar
      ahmad 8 years ago

      afwan, apa di Kampung Arab Indramayu itu menggunakan bahasa arab sebagai bahasa sehari-hari?
      barokalloh fiik

  • comment-avatar

    Salam kenal ustadz, ana Joen tinggal di Malang tepatnya di Jagalan Cairo, menurut ana kalau ente melarang orang baca buku yang antum paparkan, berarti antum takut ketahuan kalau sebetulnya antum itu bego, padahal buku-buku tsb. mengungkapkan kebenaran tentang Islam.

    • comment-avatar

      Saya pesankan kepada pembaca yg membaca komentar ini agar tidak usah menanggapi, tapi doakan saja agar ybs sadar dan mendapat hidayah… saya telah memaafkannya.

  • comment-avatar

    Assalamu’alaikum ya akhi…..salam kenal, ana dari Bandung dan skrang lagi menjajal Kalimantan Tengah., khususnya Palangka Raya. Dengan ini ana mohon izin untuk share / copy-paste tulisan2 antum, ana lagi belajar bikin blog.
    Jazakallohu khoiron fid dunya wal akhiroh….

  • comment-avatar

    Assalaamu’alaikum Ustadz.
    Berkunjung

  • comment-avatar
    Akhdan 9 years ago

    Assalamu ‘alaykum Akhi fillah Abu Hudzaifah Al Atsary.. jazakallah khairan .. barakallahu fiikum..

  • comment-avatar
    Adril 9 years ago

    Assalamu’alaikum.. salam kenal ustad ana, dari Bekasi, Jazakallah khoir blog nya ustad.. smoga Allah menjaga ustad dan kelrga dan memudahkan sgala urusannya di Madinah. Afwan ana izin copy paste..

  • comment-avatar

    Assalamualaikum wr wb…. Ustad, saya mo minta nasehatnya, umur saya 28th, dulu pernah bekerja dan sekarang lagi ngaggur, begini ustad, saya sudah meminang seorang gadis, tapi perasaan was was sering muncul, bagaimana membiayai pernikahan nanti, bagaimana saya menafkahinya kalo dah menikah nanti… Ustad mohon nasehatnya. Terima kasih

    • comment-avatar

      Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh. Dalam hadits disebutkan, bahwa ada tiga orang yg Allah berjanji akan membantunya, salah satunya adalah orang yg menikah untuk menjaga kehormatannya. Jadi, kalau niat antum menikah benar-benar demi menjaga kehormatan (menjaga diri dari fitnah syahwat), maka tawakkallah kepada Allah dan menikahlah… insya Allah pasti ada jalan keluar untuk menafkahi istri nantinya, sembari tetap berusaha tentunya.

  • comment-avatar
    Junaidi 9 years ago

    Mohon tanya sama antum (asal dari Jakarta)
    -Bolehkan kita mentalak istri (talak tiga) dalam keadaan mabok? atau ngelindur?
    Kita kan disitu dalam keadaan tidak sadar. itu katanya langsung jatuh talak?
    -Di dalam Ahlussunnah juga kita mentalak istri, walaupun tidak ada saksi. Yang kita lihat aturan yang ada di Depag dari dulu hingga sekarang, mengambil pendapat dari kalangan syiah, yaitu mentalak harus ada saksi. Ini pun diakui oleh ulama2 Ahlussunnah.
    – SahkaH kita shalat dengan meluruskan tangan (tidak sedekap) seperti syiah. Ini pun berlaku pada mazhab Maliki.
    -Bolehkah kita sujud di atas tanah? Imam Safi’i juga melombangi sejadahnya untuk dapat bersujud di tanah.
    -Bolehkan kita menjamak shalat dalam keadaan tidak berpergian (bukankah dalam al-Quran ada tiga waktu dalam shalat) atau mengusap rambut dan kaki yang jelas2 kita pahami di dalam al-Quran?

    • comment-avatar

      jawaban pertama: Afwan, ana bukan orang yg suka mabok atau ngelindur… jadi tanyanya yg baik: “Bolehkah seseorang… dst”, jangan ikutkan ana dalam orang yg ditanyakan:”Bolehkah kita… dst”, emangnya ana suka mabok apa? Kalau ada yg berbuat spt itu, berarti dia melakukan dua dosa sekaligus, pertama: Mabok. dan kedua: Menjatuhkan talak tiga kali sekaligus. Padahal sunnahnya adalah sekali saja. Jatuh tidaknya talak tsb yg memutuskan adalah qadhi di pengadilan syar’i, bukan ana.

      -Talak tidak perlu pakai saksi, yg perlu pakai saksi adalah rujuk, sebagaimana dlm QS At Thalaq: 2. Penggunaan saksi di Depag mungkin sebagai langkah hati-hati agar tidak setiap orang bisa mengklaim bahwa ia menjatuhkan talak. Adapun secara syar’i, talak tetap jatuh bila diucapkan dengan lafazh yg sharih, atau dengan sindiran tapi diniatkan talak. Walaupun tanpa saksi.

      -Kalau yg tidak bersedekap adalah ahlussunnah, maka saya katakan: Salatnya Sah insya Allah, selama syarat-syarat, rukun2 dan wajib2 shalat lainnya terpenuhi. Tapi kalau yg shalat orang syi’ah, maka wallaahu a’lam. Karena akidah syi’ah itu sendiri banyak kemusyrikannya, jadi selama ia meyakini kebenaran akidah syi’ah, ya bukan cuma shalatnya yg tidak sah, tapi seluruh amalannya sia-sia…

      -Sujud di atas tanah boleh-boleh saja. Ana ga’ tahu kalau Imam Syafi’i melakukan hal tsb… ana rasa riwayat tsb tidak benar… sebab budaya pakai sejadah tidaklah dikenal di zaman salaf. NT nukil dari mana?

      -Jama’ adalah rukhsoh yang boleh dilakukan dalam kondisi2 tertentu, walaupun tidak dalam bepergian. Aturan menjama’ shalat telah dijelaskan dalam SUNNAH RASULULLAH. Kalau nt hanya berdalil dgn Al Qur’an, nt akan tersesat…

  • comment-avatar

    assalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh..

    barokallohufiik ustadz.. semoga Alloh senantiasa menjaga antum..

  • comment-avatar
    Ummu Rumais 9 years ago

    Assalamu’alaykum,

    Ust, izin copas kalimat/penjelasan u/ sorg umahat yg sdg dilema terus bekerja atau resign dr perush ya (dg sedikit edit-an u/ menyesuaikan sikon umahat tsb yg tdk berkaitan dg hijab syar’i): …. mencari rezeki yang itu sdh ditentukan kadarnya oleh Allah, dan tidak akan berubah dengan usaha anti. Artinya, kalau lah rezeki anti hari ini adalah Rp 100 ribu, maka betapa pun payahnya anti bekerja, baik dgn memakai hijab syar’i maupun menanggalkannya, anti tidak akan mendapat lebih dari itu… tetap 100 ribu. Jadi, silakan pilih: 100 ribu + ridha Allah (hijab syar’i), atau 100 ribu + dosa (jilbab awam)?
    Ingatlah Sabda Nabi yang artinya: “Ketahuilah, bahwa apa yang telah ditentukan akan mengenaimu, tidak akan luput darimu; dan apa yang ditentukan akan luput darimu tidak akan mengenaimu” (Disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Arba’in-nya).

    Syukron. Barakallahu fiik.

  • comment-avatar
    ummuluqman 9 years ago

    assalamu`alaikum ustadz,
    ana mau menanyakan sedikit permasalahan, di tempat ana diadakan kajian bahasa arab khusus untuk akhwat dan ummahat, tetapi yang mangajar adalah ikhwan dan tidak dipasang hijab. bagaimanakah hukumnya ? mohon diberikan dalilnya
    jazakallah

    • comment-avatar

      Wa’alaikumussalaam
      Allah berfirman yg artinya: “… jika kalian meminta sesuatu kepada mereka (istri2 Nabi), maka mintalah dari balik hijab…” (Al Ahzab: 53). Ayat ini terkenal dengan julukan ‘ayat hijab’, yg turun di hari pernikahan Nabi dengan Zainab binti Jahsy. ketika menjelaskan hukum2 yg terkandung dalam ayat ini, Imam Al Qurthubi mengatakan (Al Jaami’ liahkaamil Qur’an 14/148): Para ulama berbeda pendapat ttg maksud ‘sesuatu’ yg diminta oleh para sahabat dari istri-istri Nabi tsb. Ada yg menafsirkannya sebagai peralatan rumah tangga yg biasa dipinjamkan; ada yg menafsirkannya sebagai fatwa, dan ada yg mengatakan lembaran-lembaran Al Qur’an. Yg benar ialah bahwa ayat ini berlaku umum atas apa saja yg bisa diminta, baik materi duniawi atau urusan agama.
      Ayat ini merupakan dalil bahwa Allah membolehkan istri-istri Nabi untuk dimintai sesuatu dari balik hijab bagi yg berkepentingan, atau ketika dimintai fatwa. Aturan ini juga meliputi wanita-wanita lainnya berangkat dari makna ayat ini, dan berangkat dari dalil-dalil syar’i yg mengandung pengertian bahwa semua bagian wanita adalah aurat, baik badan maupun suaranya. Oleh karenanya, tidak boleh hukumnya menampakkan hal tsb (badan/suara) kecuali saat diperlukan, seperti dalam persaksian, atau pengobatan, atau ketika si wanita ditanya dan ia wajib menjawabnya.

      Demikian penjelasan beliau dalam tafsirnya. kaitannya dengan belajar bahasa Arab, kalau memang materi bisa disampaikan dan difahami dengan baik dengan memakai hijab, maka itulah yg harus dilakukan, karena lebih menjauhkan diri kita dari fitnah. Namun kalau TERPAKSA HARUS TANPA HIJAB, ya hendaknya anti hadir dengan hijab yg sempurna (busana muslimah, cadar, tidak berhias, dll) dan TETAP MENUNDUKKAN PANDANGAN thd ikhwan yg mengajar. wallaahu a’lam bishshawab.

  • comment-avatar
    ummu hani' 9 years ago

    Assalaamu’aaikum.

    semoga Allah terus menambahkan kesabaran kepada ustadz dalam mengahadapi berbagai tanggapan yang menyakikan.
    Dengan lemah lembut, ya ustadz, seperti Allah ta’ala yang memerintahkan Nabi Musa ‘alaihissalaam mendakwahi Fir’aun dengan lemah lembut.

    • comment-avatar

      Wa’alaikumussalaam… amien, jazakillah khair atas doa dan nasehatnya. Memang, kita diperintahkan untuk berdebat dengan cara yang baik selama lawan debat kita tidak menunjukkan sikap zhalim, tapi kalau sudah berlaku zhalim, ya perintah itu tidak lagi berlaku. Allah berfirman:
      {وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ} [العنكبوت: 46]
      Janganlah kalian berdebat dengan ahli kitab melainkan dengan cara yg terbaik, kecuali terhadap orang-orang yg zhalim dari mereka… (Al Ankabut: 46). Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir mengatakan bahwa maksud dari “kecuali orang-orang yg zhalim dari mereka” ialah bahwa mereka yg keras kepala, takabbur, menentang al haq serta menutup mata dari dalil yang jelas; maka ketika itu kita berpindah dari “jidaal” (perdebatan) kepada “jilaad” (cambukan). Mereka layak dilawan dengan apa saja yg bisa menghentikan kezhaliman mereka.
      Demikian pula sikap para salaf terhadap tokoh ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang tetap bersikukuh dengan bid’ahnya setelah mengetahui kekeliruan mereka. Para salaf sangat pedas dalam menyikapi mereka, contohnya sikap Sufyan Ats Tsauri terhadap Al Hasan bin Shalih bin Hayy yg menganut faham khawarij, meskipun dia sendiri tidak langsung memberontak kpd penguasa.
      Hanya saja, bila yg didakwahi adalah penguasa, mereka memakai cara yg bijak, yang berbeda dengan saat berhadapan dengan selain penguasa. Demikian pula yang Allah perintahkan kepada Musa dan Harun alaihimassalaam ketika menghadap Fir’aun. Namun bukankah Allah juga yg memerintahkan Nabi untuk bermubahalah dengan Kaum Nasrani Najran bila mereka tetap keras kepala? Mubahalah artinya saling menjatuhkan laknat dan mendoakan kecelakaan, untuk membuktikan siapa yg berada di atas kebenaran (QS. Ali Imran: 61). Artinya: likulli maqaamin maqaalun, setiap keadaan membutuhkan ucapan tersendiri.
      Ala kulli haal, ana berusaha agar bisa berlemah lembut, kecuali bila yg berkomentar menunjukkan sikap-sikap zhalim dan keras kepala thd dalil yg jelas, maka mereka akan ana sikapi dengan sikap lain. Semoga Allah membimbing ana dan memaafkan kekeliruan ana dan jawaban ana yg mungkin dirasa ‘keras’, astaghfirullaha wa atuubu ilaih.

  • comment-avatar

    Alhamdulillah, ini web yang memuaskan dan penuh ilmu. Saya copas ustadz dan tampilin di web sendiri.

  • comment-avatar
    Abu Zulfa 9 years ago

    Allhamdulillah, ketemu dengan Blog antum Ustadz..
    Mohon izin ikut mengambil manfaat tulisan antum ustadz.
    Baarokallohu fiikum..

  • comment-avatar

    adakah yang berkenan membantu saya secara financial
    .iman dan islam serta keluarga sedang di ujung tanduk
    087821113539
    saya tidak mau iman dan islam serta keluargahilang karena mslh…tolong lah kami
    terimakasih

  • comment-avatar
    candra 9 years ago

    assalamu’alaikum
    salam kenal ustad, saya siswa SMA di Sidoarjo
    saya mau tanya, bagaimana hukumnya jika ada orang islam yang melakukan kesalahan kemudian ia dihukum dengan hukum negara bukan hukum islam dan keduanya memiliki perbedaan yang mencolok,,,,
    1. lalu bagaimana pandangan islam mengenai orang tersebut?? apakah ia masih dinyatakan bersalah
    2. Bagaimana agama Islam menanggapi perbedaan hukum terhadap masalah ini??

    mohon penjelasannya

    terimakasih atas perhatian ustad

    • comment-avatar

      Wa’alaikumussalaam.

      1. Wallahu a’lam, ana tidak tahu. tapi yg jelas pintu taubat itu terbuka bagi siapa saja, baik yg telah dihukum maupun yg belum dihukum, dan baik yg dihukum dengan hukum Islam maupun yg dengan hukum negara.

      2. Maksud dari pertanyaan kurang jelas… coba tanyakan ke ustadz yg lain (Ust. Dr. M. Arifin Badri).

  • comment-avatar

    Assalamu alaikum wr. wb.
    salam perkenalan, ana baru pertama kali berkunjung kelaman antum, semoga ilmunya dapat diberkahi Allah SWT, dapat ana dapat mengambil hikmah dari pancaran ilmu antum…aminn

    salam silaturahmi,

  • comment-avatar
    Fajar 9 years ago

    assalamualaikum ustad. mau kenalan. saya fajar, santri salah satu pon-pes kecil di tengah kota purwokerto. Alhamdulillah di bulan Suci ini saya nemu blog ustadz. meskipun belum sepenuhnya saya baca. tapi dari tulisan2nya sungguh luar biasa.ilmiah, terstruktur, dan padat. subhanalloh. semoga bisa menjadi referensi untuk menjawab kekeliruan dan kebencian suatu golongan terhadap suatu sunah yang lebih sering mereka anggap bid’ah.semoga kita tetap berada di jalaNYA. amin .
    maturnuwun. wassalamualaikum

    • comment-avatar

      wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh. Ahlan bika ya akhir Fajar. Saya hanya menukil, menata ulang, dan menerjemahkan… yg berjasa adalah para ulama dlm hal ini. Jazakallaahu khairan atas komentar dan supportnya.

  • comment-avatar
    Dicky Kurniawan 9 years ago

    Assalam. Wr. Wb. Ustad apa kabar?. Perkenalkan nama ana ,Dicky. Ana mau tanya ke Ustad tentang syariat qurban. Apakah seseorang yang hendak berqurban di hari iedul adha dapat menukar hewan qurbannya dengan uang, yang mana peruntukan uang tersebut akan digunakan untuk pembangunan masjid.Kalau kata teman saya dapat, jadi saya bingung. Mohon untuk penjelasannya Ustad. Syukron

    • comment-avatar

      Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh. Salam kenal juga buat akhi Dicky.
      Menyembelih hewan qurban (yg telah ditentukan syarat-syaratnya dlm kitab-kitab fiqih) adalah salah satu syi’ar Islam yg tidak bisa digantikan dengan uang, walaupun untuk pembangunan mesjid. Pada hari iedul Adha, tidak ada amalan yg lebih afdhal selain menyembelih kurban , demikian sabda Rasulullah. Namanya saja iedul Adha (yg artinya hari raya kurban). Jadi apa yg dikatakan teman antum itu keliru karena tidak berdasar sama sekali.
      Banyak orang yg salah faham dlm penyembelihan kurban, yaitu bila suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak, maka masing-masing berkurban seekor kambing. Ini adalah menyelisihi sunnah Nabi, sebab Nabi (yg istrinya 9 orang) hanya menyembelih seekor domba jantan besar untuk seluruh anggota keluarganya. Jadi, satu keluarga cukup satu ekor kambing, atau sepertujuh sapi.

  • comment-avatar
    andika mahendra 9 years ago

    assalamu’alaikum ustadz. afwan ustadz klo boleh ana minta alamat emailnya. ana ingin
    korespondensi sm ustadz. jazakallahu khairon.

  • comment-avatar

    Assalammu’alaikum Ustadz,

    Boleh tidak kalau saya mengirimkan pertanyaan? berhubung saya ikut ngaji manhaj salaf ini masih hitungan bulan masih banyak hasl yang saya kurang faham. Terima kasih banyak sebelumnya, semoga ALLAH merahmati dan menjaga ustadz sekeluarga, Amin Ya Rabb

    -Fahmi

  • comment-avatar
    Abu Dhiya' Bali 9 years ago

    bismillah…… salam kenal ustadz,
    kelak jika sudah selesai studi, Ust. Abu Hudzaifah berkenan memberi kajian di Bali….
    Jazakallahukhairan wa Barakallahufiikum

  • comment-avatar
    salim 9 years ago

    USTADZ, selama study di Pascasarjana Jurusan Ulumul Hadits, Islamic University of Medina, KSA. Ada tidak pengalaman USTADZ menemukan para ulama, mahasiswa atau Dosen yang mempertanyakan, atau mengkritisi “bentuk pemerintahan KERAJAAN” di Arab Saudi yang nota bene “merupakan sistem pemerintahan yang tidak disunnahkan Rasulullah SAW dan khulafaurasyidin”. sedangkan sahabat nabi yang bernama Muawiyah telah merintis SISTEM KERAJAAN, juga bani abbasiah, dll

    Saya penasaran tentang hal tersebut, apakah karena para ulamanya banyak yang dibina dan digaji oleh keluarga kerajaan, atau mahasiswanya dibeasiswai kerajaan, atau terbatasnya “kebebasan mengkritisi pemerintah”?.

    syukran…..

    • comment-avatar

      Lho, ko’ tau-tau putar haluan? Bagaimana diskusi yg kemarin, antum sudah faham dan terima belum? (Mudah-mudahan antum bukan orang syi’ah berbaju sunni ya..) Biasanya orang syi’ah selalu ngalor-ngidul kalau diskusi, belum selesai masalah A sudah beralih ke B, belum selesai B beralih ke C, dst… kadang bicara sejarah, kadang politik, dan selalu mengritisi Arab Saudi dan membanggakan Iran.
      Apa urusannya diskusi kita dengan sistem kerajaan? Alhamdulillah, masih ada kerajaan yg rajanya demikian perhatian dengan agama, di tengah maraknya tindak kekejaman dan pembantaian yg dilakukan oleh sebagian diktator thd rakyatnya (spt di Suriah dan Libya), Raja saudi justru sibuk dengan megaproyek perluasan Masjidil Haram yg terbesar dlm sejarah… Di madinah sendiri setiap qunut witir para imam mesjid selalu mendoakan Khadimul Haramain, putera mahkota, dan mendagri-nya agar selalu mendapat taufik dan bimbingan Allah untuk berkhidmat bagi Islam, dan para jama’ah shalat yg terdiri dari ratusan etnis dan suku bangsa (saudi dan non saudi) serempak mengaminkan doa tsb… Alangkah indahnya tatkala seorang pemimpin (Raja atau Presiden, dll) demikian dicintai oleh rakyatnya dan didoakan selalu, walaupun tetap memiliki kekurangan di sana sini, karena menurut Ahlussunnah, seorang kepala negara tidak disyaratkan harus ‘ma’sum’ spt Syi’ah.
      Bahkan akhir-akhir ini kebebasan mengutarakan pendapat semakin terasa, dan tentunya ahlussunnah tidak menyalahgunakannya, namun menggunakan sesuai dengan porsi yg dibenarkan, yaitu tidak mengritik di depan umum, namun menyampaikan kritikan secara halus, sopan, dan sembunyi-sembunyi. Kecuali dlm kondisi ttt yg semuanya telah diatur oleh syari’at Islam dlm bab Siyasah Syar’iyyah.
      Dari dulu pun para ulama tidak terlalu mempermasalahkan sistem pemerintahan selama syari’at tetap berjalan. Dan ternyata yg paling lama bertahan adalah sistem kerajaan (Bani Umayyah 92 thn, Bani Abbasiyah 500 th lebih, Turki Utsmani sekitar 900 th). Tapi kenapa lagi-lagi Saudi yg jadi sorotan? Jawab: “Karena saudi -dengan segala kekurangannya- adalah Benteng Ahlussunnah yg pertama dan terakhir, satu-satunya negara yg menerapkan Al Qur’an dan Sunnah sbg UUD, dan memiliki posisi sangat strategis sbg kiblat kaum muslimin..”. Jadi, setiap ahli bid’ah pasti iri dan dongkol melihat Saudi, dan menyoroti setiap kekurangan yg ada.

      • comment-avatar
        salim 9 years ago

        syukran ustadz…….

        afwan, saya membahas topik yang lain…. karena ustadz pernah mengatakan kalau idak bergeming tentang rofidhahnya IRAN dan syiah itu.–jadi tidak akan ada titik temu.

        saya menanyakan tentang KSA kebetulan ustadz lama disana (jadi paham betul keadaannya). lalu apakah IRAN dan bangsanya yang mayotritas syiah itu menurut mayoritas ulama KSA dikelompokkan sebagai MUSLIM ?
        Bukankah mereka memasuki tanah haram melaksanakan ibadah haji?
        mereka di setiap malam Jum’at di masjid Nabawi Madinah saat bulan Haji rutin membaca do’a kumail ba’da isya sampai tengah malam?
        dan di Arab Saudi bagian timur banyak Islam Syiah yang merupakan ASLI ARAB demikian juga ulamanya.

        saya membahas ini, wawasan ustadz mengenai saudara kita yang SYIAH jangan terlalu ekstrim sebagaimana paham mayoritas KSA yang dikenal dgn Salafy ala Wahaby. takutnya karena ustadz alumni dari sana, ilmu kita tidak terlepas dari referensi yang kita pelajari hanya sekian tahun itu.

        kalau saya, memang paham salafy wahaby mampu melakukan pembaharuan dan berkontribusi bagi perbaikan beberapa sisi dalam aplikasi Islam, namun terdapat juga hal negatifnya seperti statement tentang bid’ah, sesat, bahkan kafir bagi umat Islam diluar pemahakan “Islam murni” ala mereka.

        saya menyangka Ustadz tidak 100% mengadopsi gerakan mereka.

        salam……

        • comment-avatar

          Sikap Pemerintah Saudi jauuuh sangat toleran thd syi’ah, baik yg dari Iran, Irak, maupun negara lainnya, walaupun pengkhianatan dan konspirasi mereka sudah menjadi rahasia umum. Barangkali demi kemaslahatan yg lebih besar, wallau a’lam. Mereka (syi’ah) diperlakukan sbgm Nabi memperlakukan kaum munafikin di madinah. Di dunia mereka dianggap muslim dan diperlakukan sbg muslim, kecuali tokoh2nya yg terang2an murtad kaya Khomeini, Khamenei,Sistani (syaithani) dan semisalnya.
          Anda benar, di wilayah Qathif (timur Saudi) memang 90 % Syi’ah, dan di sana paling mengerikan daftar kejahatannya.
          Menurut saya, anda belum faham benar ttg masalah tabdi’ dan takfir (penjatuhan vonis bid’ah dan kafir), jadi masih rancu dalam menilai. Tabdi’ dan takfir itu hukum syar’i, bukan asal ucap. Kalau memang bid’ah ya harus dibid’ahkan, dan kalau memang kekafiran ya harus dikafirkan. Tapi itu semua pakai dalil, ga’ ngawur spt yg dibayangkan banyak orang yg tidak faham.
          Kebanyakan orang menyamakan antara menghukumi suatu perbuatan dengan menghukumi pelaku perbuatan tsb, padahal keduanya berbeda. Ada takfir ‘aam yg ditujukan kpd perbuatan ttt, namun ada takfir khaash yg ditujukan kepada orangnya scr tertentu. Misal takfir khaash adalah takfir yg ditujukan kpd Mu’ammar Gaddafi yg mengingkari sunnah dan merubah beberapa surat dengan sengaja. Hal ini hanya dilakukan setelah ybs benar-benar memenuhi syarat untuk dikafirkan, dan bersih dari penghalang-penghalang takfir. Adapun takfir ‘aam ialah spt mengatakan bahwa: “Siapa yg sujud kepada berhala berarti kafir”, “Siapa yg menyeru selain Allah dalam doanya berarti musyrik”, “siapa yg mencaci Allah atau Rasul-Nya berarti kafir”. Ini adalah takfir ‘aam, artinya kita tidak bisa serta merta mengatakan bhw si fulan bin fulan yg melakukan perbuatan tsb ‘pasti’ kafir, tidak.
          Bahkan syaikh muhammad bin Abdul Wahhab sendiri mengatakan bhw beliau tidak mengkafirkan orang yg tawaf mengelilingi kuburannya Sayyid Badawi di mesir karena tidak adanya yg memberitahu mereka bhw hal tsb adalah syirik.
          Jadi, tuduhan ‘gampang mengkafirkan orang lain’ adalah fitnah belaka yg tidak terbukti sama sekali. Cobalah menilai secara lebih ilmiah dan obyektif, jangan sekedar menukil…

      • comment-avatar
        salim 9 years ago

        ASWAB.

        SYUKRAN SEBELUMNYA….

        SEBAGAI TAMBAHAN ILMU BUAT SAYA, KALAU BISA DIINFOKAN GERAKAN APA SAJA –SELAIN SYIAH– YANG TELAH DINILAI SECARA SEKSAMA OLEH ULAMA TELAH MENYIMPANG DAN JUGA TOKOH-TOKOH DIDUNIA ISLAM –SELAIN MOAMAR KHADAFY–

        SYUKRAN……..

      • comment-avatar
        salim 9 years ago

        aswab… MAAF USTADZ,
        USTADZ pernah menulis”Di dunia mereka dianggap muslim dan diperlakukan sbg muslim, kecuali tokoh2nya yg terang2an murtad kaya Khomeini, Khamenei,Sistani (syaithani) dan semisalnya”.

        COBA KITA BACA , “NASEHAT KHAMENEI DI BULAN RAMADHAN” di bawah ini,

        –Siapa tahu dari penggalan nasehat orang yang telah Ustadz anggap Murtad ada satu dua kata yang bermanfaat–
        dan ana mhn komentar ustadz
        syukran…………..

        Bulan Ramadhan merupakan angin segar surga yang setiap tahunnya menghampiri manusia di dunia materi ini. Selain itu, Bulan Ramadhan disebut-sebut sebagai jamuan ilahi yang juga peluang bagi setiap manusia untuk mencapai kesempurnaan diri. Ramadhan adalah bulan penyucian diri, takwa, istighfar dan taubat. Semua itu menjadi peluang luar biasa bagi manusia untuk memaksimalkan diri pada Bulan Ramadhan.

        Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran dalam pertemuannya dengan para pejabat Iran, hari Ahad lalu (7/8/2011), menekankan urgensitas Bulan Ramadhan dan menyampaikan berbagai masalah dalam negeri dan luar negeri.

        Dalam pertemuan itu, Rahbar seraya menyinggung perkataan seorang arif tersohor dan faqih, Ayatollah Mirza Javad Maleki Tabrizi, menjelaskan keberkahan bulan Ramdhan. Ayatollah Tabrizi dalam bukunya yang berjudul “Al-Muraqabaat” mengatakan, “Puasa merupakan hadiah ilahi yang dipersembahkan kepada hamba-hamba-Nya dan orang-orang mukmin.” Ayatollah Tabrizi menyebut puasa sebagai kehormatan, bukan kewajiban yang memberatkan manusia atau taklif. Dalam ungkapannya, Ayatollah Tabrizi mengatakan, puasa itu sendiri menyebabkan rasa syukur bagi manusia. Untuk itu, manusia harus berterima kasih kepada Allah Swt karena mendapat kenikmatan puasa pada bulan Ramadhan.

        Masih mengenai perkataan Ayatollah Tabrizi soal puasa, Rahbar menjelaskan bahwa rasa lapar dan haus orang-orang mukmin di bulan Ramadhan membuat hati mereka bersih. Kebersihan hati yang dihasilkan dari puasa akan menjadikan manusia siap untuk merenungkan maarif ilahi dan mencapai takwa. Menurut Ayatollah Tabrizi, perenungan ini berhubungan dengan batin, jiwa dan hati manusia yang tentunya akan menyingkap hakekat dan membuka pintu hikmah bagi manusia.

        Ayatollah Al Udzma Ali Khamenei dalam khutbahnya mengajak semua pihak supaya memikirkan masalah kematian dan berlalunya umur. Sebab, perenungan soal kematian dapat menumbuhkan rasa takwa. Terkait hal ini, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran mengatakan, “Marilah kita berpikir tentang umur. Umur adalah modal utama bagi setiap manusia. Semua kebaikan dapat diraih melalui umur dan waktu cepat berlalu. Modal ini dapat menjadikan manusia meraih kebahagiaan abadi dan surga.”

        “Marilah kita renungkan cepat berlalunya jam kehidupan, waktu pada siang dan malam hari. Kita harus memperhatikan berlalunya waktu ini. Secara perlahan, modal ini terus akan berkurang. Untuk meraih kebahagiaan akherat, bagaimana kita harus menggunakan modal itu. Dimanakah penggunaannya? Merenungkan kematian, meninggalkan dunia materi, keluarnya ruh dari badan, bertemu dengan malaikat maut, semua ini akan dialami oleh manusia. Setiap jiwa akan merasakan kematian (Surat Al Imran ayat 185). Saat itu, bagaimana kondisi kita? Hati kita saat itu berada dalam kondisi apa? Ini adalah di antara poin yang terus harus dipikirkan dan direnungkan. Perenungan masalah-masalah seperti ini adalah di antara hal yang mendasar dan penting, ” jelas Rahbar di hadapan para pejabat Iran.

        Dalam bagian lain , Ayatollah Khamenei menekankan pentingnya merenungkan kandungan-kandungan doa. Rahbar menyebutnya sebagai jalan untuk mencapai ketakwaan. Dikatakannya, “Sarana lain untuk perenungan adalah doa-doa. Kandungan doa yang penuh bobot sangat luar biasa.”

        Dalam menjelaskan doa Makarimul Akhlak dari Imam Ali Zainal Abidin as, Rahbar menyebutnya sebagai doa yang patut direnungkan dan bekal untuk menambah ketakwaan manusia. Kemudian Rahbar menyinggung bagian dari doa Makarimul Akhlak, dan mengatakan, “Shalawat dan salam kepada Rasulullah saw dan keluarganya, jadikanlah saya sebagai hiasan orang-orang saleh dan terpuji, kenakanlah pakaian orang-orang bertakwa pada diriku untuk menyebarkan keadilan, meredamkan kemarahan, memadamkan api permusuhan dan perselisihan ummat, mempersatukan orang-orang yang berpecah belah serta meluruskan penyimpangan dan kerusakan di tengah masyarakat…”

        Lebih lanjut Rahbar menjelaskan kandungan doa tersebut. Di awal doa tersebut disebutkan, kenakanlah pakaian takwa kepada kami. Doa itu berartikan bahwa jadikanlah kami sebagai orang-orang saleh dan takwa. Rahbar mengatakan, “Imam Ali Zainal Abidin dalam doa itu menyebutkan 23 kali sehingga kita mengenal berbagai aspek baru terkait makna, pengertian dan aplikasi takwa.” Rahbar kemudian menjelaskan pengertian pemerataan keadilan yang disebutkan dalam doa tersebut. Dikatakannya, “Keadilan di tengah masyarakat adalah keadilan hukum, keadilan distribusi sumber-sumber kehidupan di tengah masyarakat dan keadilan pembagian peluang yang benar kepada ummat.”

        Ketika menyinggung pengertian pihak yang meredamkan kemarahan yang disinggung dalam doa tersebut, Rahbar menyebutnya sebagai orang-orang yang terpuji. Menurut Rahbar, mereka adalah orang-orang yang menahan kemarahan dan memaafkan manusia. Rahbar dalam khutbahnya juga menjelaskan ciri-ciri orang yang bertakwa. Menurut Rahbar, ciri-ciri orang yang bertakwa adalah menciptakan perdamaian di tengah masyarakat.

        “Di antara perbuatan orang takwa adalah memadamkan api. Memadamkan api yang dimaksud adalah api perselisihan antargolongan, kelompok dan instansi. Semua pihak harus memadakamkan api perselisihan, bukan malah menyiram bensin di atas bara api dan terus menyulutnya, ” jelas Rahbar di hadapan para pejabat Iran.

        Menghilangkan Permusuhan

        Ayatollah Al Udzma Ali Khamenei kembali menjelaskan ciri khas lainnya orang yang bertakwa Menurut Rahbar, di antara sifat orang yang bertakwa lainnya adalah menghilangkan permusuhan di tengah masyarakat.

        “Dekatilah orang-orang yang berpisah dari jamaah muslim (ikhwan) dan ajaklah mereka supaya bergabung kembali. Hantarkanlah orang-orang yang setengah jalan ke tempat tujuan yang dimaksud. Jangan lakukan perbuatan dan tindakan, serta keluarkan pernyataan yang membuat orang yang setengah hati menjadi kehilangan penuh semua keimanan mereka…. Lakukanlah sebaliknya. Lakukanlah perbuatan yang membuat mereka yang setengah hati, menjadi sempurna. Inilah di antara aplikasi takwa dan cabang-cabangnya, ” jelas Rahbar
        Di antara kemuliaan orang yang bertakwa adalah menyelesaikan perselisihan dan problema masyarakat. Dalam doa Makarimul Akhlak, Imam Ali Zainal Abidin as mengatakan, “Mengungkap kebenaran dan menyembunyikan perbuatan tabu atau aib.” Yang dimaksud dengan kalimat doa tersebut adalah orang-orang yang bertakwa menyebar kebaikan orang lain dan menyembunyikan perbuatan jelek orang lain.

        “Sebarkankan aspek-aspek positif orang lain. Ketika menemukan perbuatan baik pada seseorang, sebarkanlah dan sampaikanlah. Sebaliknya, jika menemukan perbuatan negatif pada seseorang, jangan sebarkan dan tutupilah. Menyembunyikan perbuatan negatif bukan berarti tidak melakukan amar makruf dan nahi munkar. Sebab, ketika seseorang mempunyai masalah dalam pekerjaannya, ia harus dikritik dan diingatkan. Namun mengombar masalah negatif bukanlah maslahat,” jelas Rahbar di hadapan para pejabat Iran.
        Lebih lanjut Ayatollah Al Udzma Ali Khamenei mengatakan, ” Allah Swt mewajibkan puasa sehingga kita memahami takwa. Ini semua adalah di antara masalah takwa.”
        Doa Makarimul Akhlak sangatlah penting untuk menghantarkan manusia ke arah kesempurnaan. Sebab, Rasululullah Saw bersabda, “Saya diutus untuk menyempurnakan akhlak. Bahkan dapat dikatakan bahwa makarimul akhlak lebih sempurna dari hanya sekedar berperangai baik. Kemudian Rasulullah Saw menjelaskan keutamaan makarimul akhlak. Di antara aplikasi makarimul akhlak adalah memaafkan orang yang menzaliminya, membantu orang yang tak membantunya, menjalin silaturahimi dengan orang yang memutusnya, menjenguk orang yang tak pernah menjenguknya.
        Meski bulan Ramadhan itu sebentar, namun penuh dengan kebaikan dan hikmah. Sangatlah beruntung bagi orang-orang yang sempat membaca AlQuran, doa-doa saat berbuka dan sahur, serta sekaligus merenungkan apa yang dibacanya. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang beruntung di bulan yang penuh berkah ini. Amin

        sumber :http://indonesian.irib.ir , Monday, 15 August 2011 14:54

        • comment-avatar

          Agaknya antum tidak menolak vonis takfir atas khomeini dan sistani ya? Bagus kalau begitu… adapun si Khamenei, maka –sebelum dianggap kafir oleh Ahlussunnah karena statusnya sbg Mursyid Tsaurah Iraniyah (pemimpin tinggi revolusi Iran, pengganti Khomeini), yg konsekuensinya adalah meyakini prinsip2 akidah syi’ah imamiyah itsna ‘asyariyah yg sarat dgn syirik dan kufur itu– dia sudah dikafirkan dan dianggap mulhid (atheis) oleh Tokoh syi’ah (Marji’) yg namanya Mujtaba Asy Syirazi. nih silakan simak videonya dlm bahasa aslinya (arab): http://al-hadeeth.net/audio-video/ram/hadith256video.ram
          mulai durasi 10:40 dan seterusnya…
          bahkan dia mengatakan bhw mestinya si Khamenei ini dijuluki Umar Khamenei… dan antum tahu khan bhw menurut riwayat2 mutawatir dlm kitab-kitab syi’ah, Umar adalah orang murtad penghuni Neraka paling bawah.
          Tapi memang ana akui bhw Khamenei lebih ‘cantik’ dalam bertaqiyyah di hadapan Ahlussunnah, meskipun hal itu membikin marah tokoh2 syi’ah lainnya spt Si Syirazi ini… pun demikian, sepandai-pandai bajing melompat, akhirnya terjatuh juga.
          Jadi, ngapain capek2 ngomentari omongan dia?

  • comment-avatar
    Hamzah 9 years ago

    Barokallohu fiikum tadz.. smga Alloh Ta’ala senantiasa memberika taufiq dan inayahnya pada ana dan antu, serta kaum muslimin.. Jazaakumulloh atas juhudnya yg berguna ini, smga sunnah makin diamalkan dan bid;ah makin ditinggalkan.

  • comment-avatar
    SALIM 9 years ago

    Ustadz…………

    Kalau diperhatikan, kenapa para Dzuriyat (keturunan) Rasulullah SAW tidak ada yang mengikuti PAHAM SALAFY WAHABY. Apalagi menjadi ulamanya. Semua Ulama Wahaby adalah Kalangan SYEIKH>

    Sedangkan keturunan Rasulullah bertebaran pada berbagai Mazhab (selain Salafy WAHABY).

    BAGAIMANA MELIHAT FENOMENA INI ?

    • comment-avatar

      Siapa bilang? Dekan di Fakultas tempat ane belajar adalah keturunan Rasulullah, namanya DR. Husein bin Syarif Al Abdaly, dan dia salafy wahhaby. Selain dia juga ada syaikh lain yg semarga dgn beliau (Al Abdaly juga). Di Dammam ada syaikh Alawi bin Abdul Qadir Assegaf, dia punya situs http://www.dorar.com... dan dia seorang Salafy Wahhaby, anti syi’ah dan sufi 100%. Dan masih banyak lagi orang spt beliau… tapi karena kedangkalan pengetahuan nt dan banyaknya ahlul bait gadungan di kalangan syi’ah (yg asal-usulnya persi/’ajam) nt jadi punya persepsi ngawur kaya gitu.
      Bukti kesalahan persepsi nt adalah situs berikut:
      http://alalbet.al-fath.net/ (situs resmi pertama kalangan salafy ahlul bait).

  • comment-avatar

    Assalamualikum

    Afwan pa Ustadz. Apakah benar ini antum yang memberikan kajian?

    xxxxxx
    Jazakallahu khoir..

  • comment-avatar
    yokuza 9 years ago

    Salamu’alikum wr.wb.

    Saya ingin meminta nasihat Ustadz bagaimana menghadapi kaum khawarij atau sebangsanya. Saya pernah berdebat dengan mereka di Group Facebook : Mujahid Pencari Syahid. Mereka mengangung-agungkan Usamah bin Ladin,Amrozi,Imam Samudra,dsb. Mereka mengagungkan “mujahid” ini dan memberikan dalil “jihad ofensif” di At Taubah : 5. Saya sudah membantahnya dengan memberikan dalil bahwa itu merupakan hak khalifah atau Imam untuk menyerukan jihad melawan kafir dan paling tidak harus menunggu adanya Daulah Islam. Namun mereka tetap ngotot bilang bahwa hal itu dibenarkan walau tanpa khalifah atau Imam. Mereka membenarkan untuk membom semua tempat ibadah termasuk Masjid yang mereka anggap jemaatnya telah kufur karena mengikuti hukum taghut ( Masjid Mapolresta Cirebon ). Bahkan kelompok ini tidak segan-segan merampok dan membunuh dan menganggap itu sebagai ghanimah. Bukan 1-2 orang saja yang di grup itu yang berfikiran demikian. Namun hampir rata-rata mempunyai niat dan mendukung gerakan untuk “bom syahid” di sembarang tempat. Saya juga sudah mengemukakan dalil tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi ketika melakukan ayat ofensif,yakni dengan hadist Rasullullah tentang 10 perkara :”…Jika mereka menerima,maka tahanlah tanganmu terhadap mereka,jika mereka ingin membayar jizyah,maka terimalah….”,yaitu tentang syarat mengajak mereka ( kafir ) masuk Islam terlebih dahulu dan saya mengemukakan apakah mereka ( Amrozy ) Cs ini sudah melakukannya sebelum membom kafir? Namun lagi-lagi juga dibantah mereka dengan dalil. Saya bingung harus menjawab apa,mungkin lebih baik ustad lah yang menjawabnya dengan memasuki group tersebut. Saya sendiri sudah walk out karena saya tidak ingin menimbulkan polemik dalam tubuh Islam dan juga tidak ingin mengumbar emosi saya terhadap sesama muslim. Tolonglah bantu saya menyadarkan mereka bahwa jalan yang mereka tempuh itu keji dan tidak Islami. Saya pribadi menghargai dan menyukai jihad,namun hendaknya jihad itu terarah dan benar-benar untuk Dien Islam.Bukan jihad teror semacam ini. Tolong sadarkanlah mereka,jangan sampai kerusakan ini terjadi lebih lanjut apalagi mengingat usia mereka yang masih muda-muda dan penuh emosi tinggi dalam menyampaikan orasinya. Tolong rubahlah kemungkaran ini. Semoga Allah Azza wa Jalla memudahkan urusan ustadz dalam menghadapi mereka.Tolong balas postingan ini ke e-mail saya saja untuk lebih private. Wassalam.

    • comment-avatar

      Antum dan ana hanya bisa memberi pengertian/pemahaman terhadap yg mau membuka hatinya, adapun kesadaran dan hidayah itu di tangan Allah. Sebagian yg antum tanyakan ada jawabannya di artikel “Nasehat bagi para pemimpin Al Qaeda”… kalau antum bisa bahasa Arab, maka silakan aja cari artikel aslinya di Google, judulnya: (نصيحة واجبة لقادة القاعدة) sudah ana terjemahkan dan beri catatan kaki tambahan dan sedang ana carikan penerbit yg mau menerbitkan. Insya Allah kalau mereka mau membaca dengan obyektif dan penuh kejujuran, ana yakin mereka akan sadar. Tunggu saja, semoga ada penerbit yang mau.

  • comment-avatar

    Salam kenal ustadz,
    Assalamu`alaikum
    oh ya ana bersyukur telah banyak website ahlussunah. Semoga website ini berkah bagi setipa orang

  • comment-avatar

    Salam kenal ustadz,
    Assalamu`alaikum
    oh ya ana bersyukur telah banyak website ahlussunah. Semoga website ini berkah bagi setipa orang.

  • comment-avatar
    ummu dede 9 years ago

    Assalammu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

    Ustadz, Ana ummu Dede mau tanya tentang ..perceraian, ana juga pernah bertanya kepada ustadz sunnah , tapi ana belum yakin…

    Jika perceraian itu yang mengajukan adalah si isteri , apakah otomatis jatuh talak 3 , artinya mereka tidak bisa rujuk lagi sebelum isteri nikah dengan orang lain…mohon penjelasannya stadz…

    jazakallaah khairan.

  • comment-avatar
    ummu dede 9 years ago

    Assalamu’alaikum Warahmatullah wabarakaatuh,

    Stadz, ana Ummu Dede , mau tanya perihal perceraian..

    Jika suami isteri bercerai , dan perceraian itu yang menuntut adalah si isteri..apakah hal tsb otomatis jatuh talak 3 , artinya mereka tidak bisa rujuk kecuali si isteri menikah dulu dengan orang lain…..mohon penjelasannya

    jazakallaah khairan.

  • comment-avatar
    muhammad husein ritonga 9 years ago

    Assalamulaeykum warahmatullahi wabarakatuh… izin ya ustadz masukin blognya ke fb saya. mudah2an bermanfaat. Jazakallah…

  • comment-avatar

    Assalamu`alaikum
    Salam kenal
    Ana mau menguslkan kepada ustadz untuk menampilkan juga tentang perkara2 fiqh. Sekian usulan ana ini dan mohon maaf bila ada kekeliruan dalam menyampaikan usulan ini. Jazakallah khair

  • comment-avatar

    Assalamu`alaikum
    Salam kenal
    Ana mau menguslkan kepada ustadz untuk menampilkan juga tentang perkara2 fiqh. Sekian usulan ana ini dan mohon maaf bila ada kekeliruan dalam menyampaikan usulan ini. Jazakallah khair.

  • comment-avatar

    Assalamu`alaikum
    Ustadz,ana tertarik pada pembicaraan anda dengan saudara salim,nah di situ ada
    “Misal takfir khaash adalah takfir yg ditujukan kpd Mu’ammar Gaddafi yg mengingkari sunnah dan merubah beberapa surat dengan sengaja.” Kalau boleh tau ustadz tau dari mana dan bisakah memberikan bukti karena ana adalah satu pengagum dari Moamar Al Gadafi ? Mohon penjelasan supaya ana tak sesat.

    • comment-avatar

      Itu sudah menjadi pernyataan Gaddafi yg sangat terkenal, semua orang Libya tahu akan hal itu… bahkan para ulama di Timur Tengah juga mengetahuinya. Ana juga berteman dengan banyak orang Libya.

  • comment-avatar

    Assalamu`alaikum
    Ustadz,ana tertarik pada pembicaraan anda dengan saudara salim,nah di situ ada
    “Misal takfir khaash adalah takfir yg ditujukan kpd Mu’ammar Gaddafi yg mengingkari sunnah dan merubah beberapa surat dengan sengaja.” Kalau boleh tau ustadz tau dari mana dan bisakah memberikan bukti karena ana adalah satu pengagum dari Moamar Al Gadafi ? Mohon penjelasan supaya ana tak sesat.Jazakallah khair

  • comment-avatar

    DR. Husein bin Syarif Al Abdaly, susunan silsilah nasabnya bagaimana ?
    Alawi bin Abdul Qadir Assegaf, susunan silsilah nasabnya bagaimana ?

    Syukron Ustadz

  • comment-avatar

    Assalamu’alaykum
    Ustadz minta tolong blognya diberi share supaya bisa share di facebook
    Jazaakallahu khairan

    • comment-avatar

      Wa’alaikumussalaam… afwan, ana ga’ tahu bagaimana caranya, kalau antum bisa terangkan langkah-langkahnya maka jazakallaahu khairan.

      • comment-avatar

        Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

        Pertama, saya ingin mendoakan semoga Ustadz sehat wal afiat, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati, membarakahi, meridhoi setiap waktu yang Ustadz lalui karena sudah mengajarkan ilmu yang bermanfaat, saya tahu blog Ustadz ini dari situs muslim.or.id yang menyebarkan tulisan Ini Dalilnya.

        Kedua, peran Social Media saat ini sungguh amat sangat penting sekali, Ustadz. Tulisan yang ada di blog untuk di share ke Twitter maupun Facebook sudah merupakan keniscayaan, karena saya menemukan begitu banyak umat Muslimin yang haus ilmu di tempat-tempat tersebut, sekedar berbagi total pengguna Facebook akhir-akhir ini bersaingan dengan UK (Inggris) di peringkat kedua kalau tidak khilaf, pengguna Twitter Indonesia meningkat drastis, terutama pengguna Mobile. Negara-negara lain seperti Singapura, China, bahkan Amerika ibarat harimau lapar menelan liur melihat pangsa pasar Social Media untuk kepentingan mereka.

        Saya ingin membantu Ustadz tentang cara supaya blog Ustadz bisa dishare ke Facebook, Twitter, dan social networking lain sebagainya:

        1. Ustadz masuk (login) ke Dashboard WordPress.Com

        2. Ustadz klik Setting, setelah itu

        3. Ustadz klik Sharing,

        4. setelah itu Ustadz klik dan drag (klik, tahan, lalu pindahkan tulisan dan gambar Facebook dari Available Services ke Enabled Services.

        5. Begitu saja.

        6. Langsung.

        7. Kalau sudah, klik Save Changes di bagian paling bawah.

        Keterangan asli dari situs resmi/official wordpress.com yang berbahasa Inggris beserta videonya ada di http://en.support.wordpress.com/sharing/

        Kalau Ustadz sudah sukses men-setting supaya bisa share ke Twitter, Facebook, dan lain-lainnya, Ustadz akan melihat setting Blog Ustadz seperti blog saya berikut ini:

        Semoga mencerahkan. Jangan sungkan untuk tanya saya lagi kalau masih tidak bisa. Saya siap bantu Ustadz sepanjang saya bisa. Insya Allah.

        Subhanakallahumma wa bihamdika La ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik

        Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  • comment-avatar
    Citra kania 8 years ago

    Assalamu’alaikum ustad saya hanya bisa menyimak dan mengambil manfaat dari blog ini karena baru belajar terima kasih

  • comment-avatar
    Lies Widyawati 8 years ago

    Assalammualaikum warahmatulahi wabarakatuh,
    Ustadz, ana pendengar Rodja juga ada beberapa ustadz Rodja yang menjadi pemateri tetap di mesjid di kompleks perumahan dimana ana tinggal.
    Alhamdulillah ana juga menghadiri halaqah untuk sekitar 10 keluarga dan sudah berjalan kurang lebih 6 tahun ini.
    Bila berkenan mohon apakah ustadz juga sering memberikan tausiah jika sedang di tanah air. Jika ya dimana saja ustadz, mungkin dapat mempertimbangkan daerah Bekasi untuk dakwah ustadz. Ana bersyukur makin banyak dari umat agama ini yang sudah berazam untuk bermanhaj salaf.
    Wassalammualaikum warahmatulahi wabarakatuh
    ummu Aditya, Bekasi Selatan

    • comment-avatar

      Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh.
      Insya Allah musim panas tahun depan ana ada rencana pulang dan selalu mampir di Jakarta dulu beberapa hari karena banyak famili yg harus dikunjungi. Kalau memang bisa dikoordinasi, silakan anti atur nanti kabari ana dan ingatkan ana kalau sudah dekat waktunya… (perkiraan pulang ke Indo sekitar bulan juni-juli). Ana juga diminta ngisi kajian di TOYOTA.

  • comment-avatar
    Abu Khudzaifah (Khairil) 8 years ago

    Semoga Allah meneguhkan hati kaum Muslimin untuk berjihad di jalan-Nya, mengokohkan telapak-telapak kaki mereka, dan Menurunkan bala bantuan dari-Nya… menghancurkan musuh-musuh-Nya dan memenangkan kaum Muslimin… aminn..

  • comment-avatar
    Abu Khudzaifah (Khairil) 8 years ago

    afwan ana baru tau kalau Damaj di kepung oleh Syi’ah.. yang ana tau selama ini hanya ada demo-demo di Yaman…. maklum baru aktif di sini….
    bagaimana kondisi kota Damaj terkini dan saudara-saudara kita Salafiyin di sana? apa blokade dari Syi’ah Laknatullah masih berlangsung… semoga Allah membuka jalan kemengan untuk mereka dan kaum Muslimin semuanya…

    • comment-avatar

      Assalammu’alaikum..kaifa haluk ya ustadz wal usroh ??? tahun ini apa pulang ke solo???

      • comment-avatar
        Abu Hudzaifah Al Atsary 6 years ago

        Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh. Alhamdulillah, nahnu bikhair. Insya Allah ana sempatkan pulang jika tidak ada halangan, walaupun tidak bisa lama-lama di Indonesia…

  • comment-avatar
    Ali Alkatiri 8 years ago

    saya mau bertanya apa syiah yg sedang perang di dammaj itu rafidhoh?/imamiyah atau zaidiyah?

    • comment-avatar

      Mereka dinisbatkan kepada Badruddien Al Houtsi, tokoh pendirinya yg semula bermadzhab Zaidi akan tetapi dari firqah Al Jarudiyah yg amat dekat dengan Itna Asyariyah (rafidhah); walaupun keduanya (zaidiyah maupun Jarudiyah) adalah bagian dari syi’ah. Pada tahun 1993 terjadi khilaf sengit antara Badruddien dgn ulama-ulama Zaidiyyah, sehingga ia kemudian pindah ke Teheran dan menetap di sana selama beberapa tahun. Meskipun Badruddien telah meinggalkan Yaman, akan tetapi fikrah Itsna Asyariyah yg dianutnya semakin berkembang di kalangan pengikutnya, terutama di propinsi Sha’dah yg menjadi markas mereka. Badruddien akhirnya kembali ke Yaman atas persetujuan Presiden Ali Abdullah Saleh setelah dilobi oleh sejumlah ulama Zaidiyyah. Banyak sumber yang mengatakan bahwa Houtsiyyin memiliki hubungan yg sangat erat dengan Iran, bahkan Iran-lah yang memprovokasi mereka untuk berperang dengan pemerintah Yaman (sunni) selama tujuh tahun, yang akhirnya melibatkan Saudi pada tahun 2009-2010 dan berakhir dengan permohonan gencatan senjata dari Abdul Malik bin Badruddien Al Houtsi.
      Jadi, intinya asal-usul mereka adalah Zaidiyyah Jarudiyah, yang kemudian menjadi rafidhah itsna asyariyah… bahkan lebih parah lagi. dalam salah satu wawancara televisi Saudi thd salah satu sandera Houtsi, dia mengatakan bahwa Rasulullah adalah sama saja dengan ‘tuanku’ Abdul Malik Al Houtsi. Tidak ada bedanya sama sekali !! lihat di sini (pada durasi 2:27 sampai 2:30).

  • comment-avatar

    assalamualaykum ust..kenal dgn ust haikal basyarahil ga?sama angkatan ato dibawah ust.syukron

  • comment-avatar

    blog informative, bagus, semoga Alloh menurunkan pertolongan untuk saudara kita di Dammaj, Allohumma amiin..

  • comment-avatar
    Abu Putri 8 years ago

    Asalamu’alaykum Ustazd…mohon izin mngambil faedah ilmunya,sukran

  • comment-avatar
    darmojo 8 years ago

    assalamualaikum ust, mohon ijin mengenalkan diri, ana Darmojo di Depok. kami sangat membutuhkan informasi yang terbaru tentang Dammaj, maklum di tanah air berita tidak jelas apa yang sesungguhnya terjadi di Dammaj, kesan di tanah air secara umum tanah timur tengah sedang bergejolak berebut kekuasaan tanpa mereka memilah berita yang semestinya. kabar dari antum sangat penting sebagai bahan referensi yang berimbang. semoga Allah memudahkan dan menjaga antum dalam menuntut ilmu, jazakallah khoiron

  • comment-avatar
    abu harits 8 years ago

    ya ustad, apa yang bisa kita berikan untuk saudara kita di dammaj?

  • comment-avatar
    abu harits 8 years ago

    Apa yang bisa kita bantu untuk saudara kita di dammaj?

  • comment-avatar

    Bismillah, ijin sharing… mohon jika berkenan menjawab, lewat email saja ustadz…
    saya baru saja mengenal dakwah mulia ini… diantara banyak majelis talim, saya mendengar bahwa thulab seyogianya tidak menyibukkan diri dengan fitnah… jujur ustadz sayapun ngeri jika membaca, mendengar tentang ini itu dsb… tapi saya tak kuasa menahan rasa ingin tahu saya setelah saya cari-cari informasi tentang dammaj dan menemukan blog i****.net… say buka untuk mencari informasi terpercaya… saya dapatkan walhamdulillah informasi yang insya Allah terpercaya, akan tetapi di sana banyak artikel yang setelah saya buka-buka … huh… apa ini? ini ilmu atau fitnah? saya mrinding membacanya… banyak kalimat-kalimat ‘kasar’ ‘ketus’ dan tidak mencerminkan seorang pelajar… walau di sana banyak dalil tapi kok begitu ya cara menyampaikan nasehat kpd saudaranya di muka umum (internet dibaca semua kalangan, semua umur dsb)… aku cinta manhaj ini ya Rabb… tapi aku bingung dengan semua ini… yang mereka bilang dengan fitnah … saling boikot… saling tuding… ck,,, sikap mana yang saya pilih? diam? nimbrung? jadi pengamat?
    kalau diam dikatakan tidak punya sikap. kalau bersikap, sikap apa yang sepatutnya diamlbil seorang tulab bau kencur seperti saya ini? blog itu pernah berdalil dengan hadits hudzaifah ibnul yaman yang menannyakan kejelekan (fitnah) untuk dihindari… sehingga ada di blog itu judul tag “pelajarilah fitnah” tapi saya takut membacanya. fitnah yang dimaksud fitnah apa?? apakah fitnah antara sesama salafiyun harus dipelajari detailnya? ustadz fulan begini ustadz fulan begitu.. apakah ini sesuai dengan hadits hudzaifah radhiyallohuanh? tanyakanlah fitnah? saat ini saya memilih diam dengan dalil yang menerangkan ketika ada ketegangan antara ali dan muawiyah radhiyallohu anhuma bahwa yang berjalan > baik dari yg berlari. yang duduk > baik daripada yang berjalan, dan saya memlih mematahkan ‘pedang’ saya…
    saya ingat ungkapan sahabat saya bahwa fitnah (antar salafiyin) itu pelajarannya dosen (ulama)… maka anak-anak tk (tulab) macam kita ini belum kuat mempelajari pelajaran para dosen… oleh karena nya saya mohon nasehat antum ya ustadz…. berilah nasehat karena sesungguhnya nasehat itu bermanfaat bagi saudaramu yang beriman

  • comment-avatar

    ustadz, jika ustadz berkenan, ana juga minta dikirimi jawaban sebagaimana pertanyaan dari al-Akh ngaryo….Jazaakumullohu khoiro ustadz….

  • comment-avatar
    Abu Urwah 8 years ago

    Assalamu’alaikum.
    keif haluka??
    afwan ustadz hanya ingin meminta maaf karena ketidak tahuan ana terhadap antum,jika antum ini ustadz,dan tujuan utama ana juga ingin memperat ukhuwah kita sesama muslim.

    Amri (jammaah bali :D)
    http://www.facebook.com/Syaikh.amri

  • comment-avatar
    Arief 8 years ago

    Assalamualaikum, Ustadz kenapa Ustadz-ustadz dari indonesia yang sedang belajar di universitas islam madinah banyak yang ambil studi di fakultas akidah, fakultas hadits, fakultas syari’ah, namun sedikit sekali yang mengambil di Fakultas Al-Qur’an ? ? apakah memang Fakultas Hadits lebih populer dibandingkan Al-Qur’an ?
    Apakah ada perbedaan manhaj universitas Al Azhar Kairo dengan Universitas islam Madinah ?
    Apakah orang belajar agama islam yang tidak masuk atau belajar di universitas islam madinah tetapi dia hanya belajar langsung dengan syaikh (atau mulazamah) sama kualitas ilmunya dengan yang belajar di universitas madinah ?
    Kenapa sebabnya sedikit ustadz ahlus sunnah Indonesia yang tamat dari fakultas Al-Qur’an ?

    • comment-avatar

      Pertama karena syarat masuk ke Fak Qur’an harus hafal 30 juz, dan ini tidak mudah. Kedua, materi pelajaran di Fak Qur’an (S1) lebih menitikberatkan pada ilmu qira’at, yg kurang besar faedahnya dibanding ilmu akidah, fiqih, dan hadits. Kalaulah materi tafsir lebih ditekankan, dan tidak ada syarat harus hafizh Qur’an, niscaya Fakultas ini menjadi primadona.
      Manhaj antara Al Azhar kairo dgn Univ. Islam Madinah tentu memiliki banyak perbedaan… lihat saja dari lulusannya. Lulusan Al Azhar rata2 tercemar dgn filsafat (karena di sana diajarkan filsafat), dan berakidah asy’ariyah… belum lagi kalau kita melihat siapa yg menjadi rektor Azhar dari dahulu sampai sekarang… rata-rata rektornya memiliki sejumlah pendapat yg nyeleneh dan kotroversial. Di Azhar juga tidak menggunakan bahasa arab yg fasih, tapi pakai bahasa ‘aammiyah (bahasa pasaran) Mesir. Sedangkan di Madinah pakai bahasa Arab fusha (fasih).
      Dan masih banyak lagi perbedaan lainnya.
      Orang yg mulazamah dgn syaikh bisa saja lebih alim daripada yg kuliah di Univ Islam Madinah, selama dia sungguh2 dan ikhlas… hanya saja dia akan kesulitan untuk mengajar di perguruan tinggi indonesia nantinya, karena tidak punya syahadah (ijasah) akademik. Nah, kalau perguruan tinggi agama di Indonesia tidak dipegang oleh orang-orang berilmu yg lurus manhajnya (karena mereka tidak punya syahadah), maka siapa yg akan menyaingi IAIN dan UIN dengan mendirikan Univ. Islam yg benar-benar islami?
      Pertanyaan terakhir kalau kaitannya dengan Univ Islam Madinah, maka jawabannya sda… tapi kalau terkait univ lain ana tidak tahu.

      • comment-avatar
        Arief 8 years ago

        Assalamulaikum Ustadz. Terima Kasih banyak infonya tentang Univ Madinah dan fakultas2nya. 1. Tapi ana ada pertanyaan mengenai Fakultas Al-Qur’an, waktu itu ana dialog dengan salah seorang Ustadz (Beliau alumni Madinah tamat Fakultas Al-Qur’an) Katanya “Dulu waktu ana di madinah, banyak senior yang nyuruh masuk Hadits katanya kurang manfaat dan apa kajian antum (majelis) nanti sekembali dari indonesia ?” Kata Ustadz itu lagi ” Bukankah sahabat pernah di utus oleh Nabi ke suatu tempat cuma membacakan (Qiro’ah saja ).” Ustadz itu juga bilang “Waktu di Madinah ada temannya bilang, antum sekembali ke Indonesiaakan mengajari kitab qiroaat syatibiyyah ?”
        2. Apakah Ustadz yang dibelakang namanya ada kata “hafizhahullah” berarti hafal semua 30juz atau bisa juga sebagian saja tidak mesti 30juz penuh ? apa beda dengan Ustadz……..Al Hafizh
        3. Kenapa ada pula orang yang pemahaman islamnya nyeleneh (cenderung ke arah khawarij tapi kok bisa pula mereka Hafal 30juz Al-Qur’an dan beberapa kitab hadits shahih.
        4.Apakah benar stattemen (Atau Syubhat) yang mengatakan katanya sunni salafi kurang perhatiannya terhadap qiroat Al-Qur’an dan juga kurang dari sisi penghafalan (Hafizhnya), mungkin lebih baik kelompok2 islam yang lain lagi. Mereka lebih mutqin tahfizhnya dan bagus qiroatnya, punya sanad bacaan Al-Quran sampai ke Nabi
        5. Oleh Sebab pertanyaan nomor 4 di atas makanya sedikit Ustadz ahlus sunnah dari indonesia yang kurang berminat masuk Fakultas Al-Qur’an, sampai-sampai ada yang bilang Fakultas Al-Qur’an bukan di isi oleh mayoritas sunni salafi beda dengan Fakultas Hadits dan Fakultas Akidah di isi oleh mayoritas sunni salafi

        Afwan Ustadz agak banyak pertanyaannya,Mohon di jawab pertanyaannya terutama yang ada syubhatnya. Ana butuh pencerahan biar ana tidak ragu-ragu.

        • comment-avatar

          1. Sudah ana jawab.
          2. Hafizhahullah = semoga Allah menjaganya.
          Al Hafizh = yang hafal. Ini tergantung siapa yg menjuluki dan kepada siapa julukan tsb disematkan. Kalau yg menjuluki adalah ulama dan disematkan kepada ulama juga, maka artinya dia demikian luas wawasannya terhadap ilmu hadits (baik sanad maupun matannya), sehingga mengetahui status mayoritas perawi hadits dan menghafal banyak matan hadits. Skrg hampir tidak ada orang spt ini… Adapun bila julukan tsb disematkan oleh orang itu sendiri atas dirinya, maka mungkin yg dimaksud sekedar hafal Al Qur’an dan tidak ada kaitannya dgn hafal hadits.
          3. Banyaknya hafalan tidak harus berarti orang tsb paling alim dan paling benar manhajnya. Ilmu itu intinya adalah rasa takut kpd Allah. Salah-lah orang yg menganggap banyaknya hafalan identik dengan banyaknya ilmu. Buktinya, sahabat yg paling banyak hafalannya adalah Abu Hurairah, tapi yang paling alim adalah Abu Bakar Ash Shiddiq (tanpa diragukan).
          4. Mungkin saja ada benarnya. Karena Rasulullah tidak diutus sekedar untuk mengajari umatnya qiroat fulan atau fulan… namun untuk mengajari mereka tauhid. Tauhid hukumnya fardhu ‘ain, sedangkan ilmu qiroat adalah fardhu kifayah. Oleh karena itulah kita harus lebih memerhatikan yg lebih diperhatikan oleh Nabi dan lebih wajib, yaitu tauhid. Tapi kalau di samping memerhatikan dan mendakwahkan tauhid ia juga menguasai qiroat; maka ini jelas lebih baik, tapi khan jarang yg bisa begitu… mengingat sulitnya menguasai ilmu qiroat dan sempitnya medan untuk mendakwahkan ilmu tsb. Jadi ya wajarlah jika salafiyyin kurang memerhatikan hal tsb.

      • comment-avatar

        At-Tawaadhu’ khairu minal kibri
        Al-Muslimuuna mahjuubun bil muslimin
        Muhammadun qudwatuna laisat salafan wa la khalafan hum rijaalun wa nahnu rijaalun qad yakhtha’ wa yushiibu
        Inna akramakum ‘indallahhi atqaakum
        Al-Muslimu Akhul Muslim, la taqul minal azhariyyina au madaniyyiin au ghairuhuma kadza-wa kdza,,,,walaakin qul hum thalabatun mitsluna wa laa budda annad’uwahu,,,,

        Sadaqallahul ‘adzim wa shadaqa rasuluhul kariiim

        • comment-avatar

          Bal An Nabiyyu was salafu qudwatuna.
          Hum Rijaalun wa Nahnu Rijaal????!!! Yaa laahu min ightiraar !! Aina nahnu minhum fil ‘ilmi wal adabi wat tuqa wal wara’i??!!
          Kafa ya akhi… azh zhaahir annaka azhari, faqad sami’tu mitsla haadza min azhariy, bal wamin ra’sillibraliyyiin (ulil absar abdala -dienahu-): “Hum Rijaal wa nahnu Rijaal”… subhaanallaah.

  • comment-avatar
    Agus Trianto 8 years ago

    Afwan ustadz,ana adalah salah satu ikhwan yang sekarang lagi ikut kajian rutin ustadz melalui skype di kota Daegu Korsel,mengenai pertanyaan salah seorang ikhwan tentang TKI apakah termasuk musafir,tolong ustadz kalau ada waktu di buatkan artikel secara detail yann membahas tentang hal tersebut,soalnya itu menjadi subhat yang berkepanjangan di antara kami,
    syukron, jazakallaahu khairan.

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 8 years ago

      TKI tidak bisa dikatakan musafir sebab dia punya izin tinggal dan tempat tinggal yg tetap, dan yg lebih penting dari itu ialah niatnya memang ingin menetap dlm jangka waktu tertentu, baik setahun, dua tahun, atau lebih sesuai kontrak. Jadi mereka adalah mukimin bukan musafir. Mereka hanya berhak mengambil rukhshah/keringanan safar ketika dlm perjalanan ke luar negeri (berangkat) atau pulang (di atas pesawat/di bandara), adapun setibanya di tempat tujuan sudah tidak boleh lagi mengqashar shalat umpamanya.

      • comment-avatar
        Agus Trianto 8 years ago

        Afwan ustadz,bisa minta di carikan pendalilan secara terperinci,

        • comment-avatar
          Abu Hudzaifah Al Atsary 8 years ago

          Pendalilan tentang apa?

          • comment-avatar
          • comment-avatar
            yoyok riyanto 9 years ago

            afwan ustadz koment ana tolong jangan di tampilkan.

          • comment-avatar
          • comment-avatar

            Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh.
            Ini bukan postingan, tapi jawaban atas pertanyaan yg tidak dipublikasikan atas permintaan si penanya. Intinya dia bertanya ttg suatu yayasan yg memberikan beasiswa kpd anak-anak untuk belajar ke timteng.

          • comment-avatar
          • comment-avatar
            Agus Trianto 8 years ago

            Tentang riwayat dari kalangan salaf tentang penetapan seseorang dikatakan safar,karena ikhwan disini ada sebagian yang menukil sebuah riwayat,yang ana lupa detailnya,tapi intinya ada seorang sahabat yang pergi sampai berbulan2 tapi tetap di hitung safar,itu yang menjadi dalil sebagaian ikhwan di sini untuk menetapkan diri sebagai musafir,syukroon

          • comment-avatar
            Abu Hudzaifah Al Atsary 8 years ago

            Riwayat2 spt itu biasanya berbicara tentang para sahabat yg mengepung musuh di suatu tempat, spt ketika mengepung kota Tustur dan semisalnya… yang namanya pengepungan itu tidak jelas kapan akan berakhir, sehingga seseorang juga tidak punya niat yg jelas akan menetap di lokasi tsb selama berapa lama. Kalau memang spt ini keadaannya maka ia JELAS MUSAFIR. Sebab:
            1- Dia tidak berniat untuk mukim di tempat tsb sedari awal, namun niatnya berjihad.
            2- Dia tidak memiliki tempat tinggal permanen selayaknya orang yg hendak bermukim di suatu tempat.
            3- Dia tidak memiliki kepastian berapa lama akan berada di sana, sebab yg namanya mengepung musuh bisa berlangsung dlm hitungan hari, bulan, maupun tahun… tergantung kondisi musuh yg dikepung.

            Nah, kalau lah kondisi TKI hari ini memang seperti kondisi mereka, maka silakan menganggap dirinya musafir. Namun sejauh yg ana ketahui kondisi TKI jauh berbeda.

  • comment-avatar
    seno prabowo 8 years ago

    kitab mana yang bagus utk memperdalam ilmu bhasa arab ana yang masih sgt rendah? ana keseringan dengerin kajian fiqih sm manhaj!!! tolong berikan jdul kitabnya dan penerbit siapa… ana dulu pernah ikt ngaji tp krn terlena dgn kehidupan dunia, ana jadi lupa segalanya, -Ya Allah, berilah hambamu kemudahan agar hambamu dilapangkan utk terus senantias memperdalam dienul islam dan kaidah2 didlamnya bserta kaidah2 bahasa arab-. dikirim ke email aja ustad! ana jarang ol soalnya.. sama ana udah ngrim komen di tema yg lain, tolong di bales ke email ana aja..
    berikan daftar kitab (bagi orang awam) utk mempelajari bahasa arab, aqidah, fiqih, manhaj, dan tafsir… serta penerbitnya.. kiirim ke email ana – seno_skater@yahoo.com / ones.rebel@hotmail.co,

  • comment-avatar

    sebagai jejak, ibaratnya ke rumah/bertamu saya awali dengan Assalamu’alaikum ustad
    inilah jejak saya disini 🙂
    wassalam saya pamit dulu

  • comment-avatar
    faith 8 years ago

    ustadz ,
    1. diindo ada ga ahli tafsir jebolan madinah ?
    2. Bisakah org yg sudah umur 20an belajar di univ. Madinah , jurusan tafsir (s1)?gimana caranya n Apa syaratnya ?
    3. Apakah ada syarat TOEFL (english) utk masuk sana ?
    4. Lalu , Apakah Imam bonjol n Buya Hamka itu salafy ? (sebagian ikhwah bilang begitu) dan organisasi Muhammadiyah ternyata juga berpaham salafy , bener ga ?

    jzkallah. Tadz. Mohon bantuannya.

  • comment-avatar
    abu salim 8 years ago

    Assalamualaikum Ustadz,
    Alhamdulillah Web nya dah bagus sekarang. Mudah-mudah bisa Istiqomah dalam mengupdate konten-konten yang sangat bermanfaat buat kaum muslimin.

    Ana tadi waktu akses web ini, muncul iklan pop up windows. seperti iklan CLikcsor. mudah- mudah saja ini bukan kesengajaan dari webmaster, jika memang webmaster tidak memasang, kiranya antum bisa cek script web antum.

    takutnya web antum ada yang mengisengi..

    Barakallahu fi kum

    Assalamualaikum

  • comment-avatar
    Abu Hamzah 8 years ago

    ‘afwan ustadz ana mau tanya. di universitas islam madinah itu kalo sudah diterima fakultasnya milih sendiri atau dipilihkan? lalu kalau misalnya sudah lulus S1, terus mau lanjut lagi apa bisa masuk S1 di fakultas lain? jazaakallah khoir

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 8 years ago

      Milih sendiri, tapi kalau sudah lulus S1 di salah satu fakultas univ. tsb, maka ya tidak bisa mengulangi lagi S1 di fak yg lain.

  • comment-avatar
    faith 8 years ago

    ciri2 khawarij dari hadist:

    botak
    jidat hitam
    rajin ibadah

    apa status hadist tsb?
    knp banyak ikhwan salafi yg memenuhi kriteria ini ? (termasuk asatidz nya). Ane jadi syubhat nih… Padahal ajarannya bener tp kok style-nya pas sama hadist itu ya?…

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 8 years ago

      Tentang botak sbg ciri2 kaum khawarij haditsnya muttafaq ‘alaih. adapun jidat hitam ana tidak tahu apa dasarnya? sedangkan rajin ibadah memang benar juga sebagai ciri khawarij sebagaimana yg difahami dari sabda Nabi bhw kalian (para sahabat) akan meremehkan shalat, puasa, dan bacaan al Qur’an kalian bila dibandingkan dengan mereka (khawarij). ini menunjukkan bhw memang kaum khawarij itu rajin Ibadah. TAPI, jangan hanya mengambil hadits sepotong-sepotong…

      Nabi juga menyebutkan bahwa mereka HANYA pandai membaca Al Qur’an namun tidak faham sama sekali.
      Nabi juga menyebutkan bahwa mereka (khawarij) muncul saat kaum muslimin berpecah.
      Nabi juga menyebutkan bahwa slogan mereka demikian indah, mirip dengan hadits Nabi (contohnya: tidak ada hukum selain hukum Allah, sbgmn yang dielu-elukan kaum khawarij tatkala menolak tahkim yg dilakukan oleh Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah, lalu Ali menanggapi slogan tsb dengan mengatakan, “Kalimat yang haq, namun maksudnya batil”).
      Nabi juga mengatakan bahwa mereka membunuh kaum muslimin dan membiarkan penyembah berhala.
      Nabi juga mengatakan bahwa bila beliau bertemu dengan mereka, niscaya beliau akan membunuh mereka spt kaum Ad (dibasmi sampai ke akar-akarnya).
      Nabi jgua menyuruh umatnya agar memerangi mereka, dan menjanjikan surga bagi orang yg terbunuh di tangan mereka.
      Nabi juga mengatakan bahwa (mayoritas) dari mereka umurnya muda-muda, dan angan-angannya konyol.
      Mereka mengangkat senjata melawan pemimpin kaum muslimin dan mengkafirkan pemerintah.

      nah, apakah semua ciri-ciri tadi juga antum jumpai pada ikhwan salafi termasuk asatidznya?
      Berapa banyak ikhwan salafi yg memenuhi kriteria di atas menurut antum? Cobalah menilai dengan obyektif dan jujur…

      • comment-avatar

        iya , tad
        saya ini pro salafi (dan Insyallah salafi), saya hanya heran dgn penampilan dzahir nya saja. knp tidak menggondrongkan rambut saja biar sama kaya para nabi dan sahabat2nya? dan menyelisihi KhawarijStyle. gitu loo………….

  • comment-avatar
    hermawan 8 years ago

    Ustadz, baru-baru ini saya membaca berita bahwa ada orang dibacok oleh preman di kota Solo. Dari keterangan berita tersebut dia dibacok karena bercelana cingkrang dan berjenggot. Setelah sanya mencermati beritanya ternyata masalah ini bukan hal baru karena dulu pernah terjadi bentrokan antara sekelompok preman dengan salah satu kelompok umat Islam. Saya khawatir kalau nanti mereka para preman pukul rata bahwa setiap yang berjenggot dan bercelana cingkrang layak untuk “disikat”. Dan sebenarnya bagaimanakan kondisi sosial masyarakat kota Solo ini.

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 8 years ago

      wallaahu a’lam, kondisi masyarakat sangat cepat berubah. udah tiga tahun ini ana meninggalkan indonesia… konon perubahannya cukup drastis. tapi ana tidak bisa memberi gambaran jelas ttg apa yg antum tanyakan.

    • comment-avatar
      abu maryam 8 years ago

      bukan seperti itu akhi. ana tinggal tak jauh dari lokasi tawuran kemaren itu.bukan karena cingkrangnya. tapi ikhwan2 itu emang sdg takziyah di daerah itu. kemudian tjd tawuran antara dua pihak dari masyarakat umum. lha ikhwan2 yang kebetulan ada di tkp jadi korban juga.meski sebenre mereka tidak ikut2an dalam permasalahan dua kubu itu.jd sebatas korban salah sasaran aja, bukan karena cingkrang dan jenggotannya.
      kejadian yang kemarin itu beda dengan preman vs aktivis Islam yang dulu itu.

  • comment-avatar
    abu jihan 8 years ago

    assalamualaikum ust,salam kenal,ana berdomisili di sumatera selatan,setelah ana baca artikel ust,justru menambah wawasan ana,ternyata masih bnyak yang harus kita fahami,insyaalah dengan adanya blog ini,ana bisa belajar dan bertanya kpd ust,apalagi dikampung ana masih banyak penyimpangan2 aqidah yang marak terjadi,harapan ana moga ust sll semangat untk menebarkan ilmu dan berbagi,doakan ana jg ya ust,moga ana tidak tesesat dalam menelaah dan belajar,khususnya Al quran,Assunnah dan manhajnya para sahabat….jazakalla khoir..

  • comment-avatar

    assalamualaikum ust,setelah ana baca artikel ust,ana jadi lebih bnyak belajar,ternyata masih banyak yang mesti kita fahami,ana merasa bersyukur krn di berbagai media,ternyata masih ada situs,blog yang masih istiqomah dalam menegakan syariat islam ini,khususnya dalam aqidah dan tauhid,atas dasar Al quran,assunnah dan pemahaman para sahabat.mg ust tetap semangat untk terus berbagi ilmu.doakan ana ya ust,mg ana tidak terjebak dan tersesat dlm mempelajari syariat ini.jazakallah khoir..

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 8 years ago

      Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh. Jazakallaahu khairan atas komentarnya dan amin atas doanya. Baarakallaahu fiikum.

  • comment-avatar

    assalamualaikum. ada uneg-uneg nih akhi… dari saya seorang salafi (insyallah) yg masih terkurung dlm mainstream kehidupan remaja modern.

    -ya , ustadz validkah bahwasanya Syaikhul Islam ibn Taimiyyah membagi sufi dalam 3 golongan :
    1. sufi yg dlam jln kebenaran dan sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah
    2. sufi yg dalam fana(mabuk/ectasy) yg perkataan tidak beraturan dan perbuatannya dpt termaafkan
    3. sufi yg sesat dgn doktrin mafifestasi Tuhan dlm mahluk.
    (yg katanya dari kitab : MasyaikhulKitab wassunnah dan Majmulfatawa , ibn taimiyyah).
    lalu ada yg mengatakan bahwa ibn taimiyyah pengikut tarekat qodiriyah

    -sebenarmya apa definisi ikhlas , ya ustadz?. apakah beramal dengan mengharap pahala atau beramal tanpa mengharap apapun murni amal ?

    -apakah boleh jika seseorang meniru teknik membaca qur’an dari Qori’ kesukaannya ?

    -jika seseorang mengatakan ‘uff’ kpd orang tuanya apakah terhukumi fasik ? apakah orang yg pacaran dihukumi pezina ?

    – apa hukum memakai celana jeans. kok ikhwan2 salafi jarang yg make yaa ? padahal kalo ga isbal kayanya gapapa deh…

    – apa manhaj mayoritas pakistan ? saya sedang belajar dgn guru lulusan pakistan tapi dia seperti setengah salafi..

    maaf kebanyakan.berharap dijawab semua.haus ilmu.

    Jazakallahukahoiron yaa ahl dzikri…

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 8 years ago

      Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh.
      Ahlan bik ya Akhi !
      Ttg pembagian sufi menjadi tiga spt itu ana tidak bisa memastikan kebenarannya, tapi setahu ana beliau (ibn Taimiyyah) memang tidak menyamakan kaum sufi. Ada segolongan orang/ulama yg dianggap sufi, akan tetapi sebenarnya mereka adalah tokoh2 ahlussunnah, hanya saja mereka lebih zuhud dan jauh dari dunia serta fokus kepada ibadah, dibandingkan ulama-ulama lain di zamannya. Nah, sufi tipe ini sudah tidak ada lagi sejak beratus-ratus tahun lalu… setahu ana, mereka hanya hidup di abad pertama dan kedua hijriyah, itupun tidak semua sufi di abad itu yg berpemahaman ahlussunnah, namun hanya segelintir saja. Contohnya: Imam Al Junaid, Hasan Al Bashri, Ma’ruf Al Karkhi, Ayyub As Sikhtiyani, dan semisalnya. Mereka diklaim sebagai sufi semata-mata karena kezuhudan dan ketekunannya dlm beribadah. Adapun dari sisi akidah dan manhaj maka sama persis dengan ahlussunnah, bahkan sebagian dari mereka tergolong ulama top ahlussunnah, spt Hasan Al Basri misalnya.
      Kemudian muncul golongan-golongan setelah itu yg mengklaim dirinya sebagai sufi juga, akan tetapi mereka lebih didominasi oleh orang-orang jahil yg sekedar mengedepankan ibadah namun jauh dari ilmu dan sunnah, sehingga praktik bid’ah dan khurafat menjadi ciri khas mereka… kemudian muncul lagi sufi tipe lain yang tidak sekedar jahil, ahli bid’ah dan khurafat, namun juga teracuni oleh ajaran-ajaran kufur filsafat, sehingga menyatakan bahwa Allah menitis kepada makhluknya, atau menjelma dalam semua ciptaannya, sehingga tidak ada lagi bedanya antara khaliq dengan makhluk, seperti keyakinan Al Hallaj dan Ibnu Arabi (ingat, Ibnu Arabi tidak sama dengan Ibnul Arabi. Yg pertama itu tokoh sufi yg amat sesat, sedangkan yg kedua adalah ulama Maliki).
      Nah, kaum sufi yg tipe kedua dan ketiga inilah yg masih banyak kita jumpai.

      Adapun klaim bahwa Ibnu Taimiyyah adalah pengikut tarekat Qadiriyyah, maka ini sama sekali tidak benar.

      Ikhlas itu artinya memurnikan. terkadang ada yg memahami ikhlas sebagai perbuatan yg dilakukan tanpa pamrih. Ini keliru. Sebab kita tidak mungkin berbuat tanpa pamrih (tanpa mengharap apa-apa), bahkan semua perbuatan kita pasti memiliki niat tertentu, hanya saja kita tidak boleh melalaikan tujuan utama kita, yaitu mengharap ridha Allah dan pahala dariNya. ketika seseorang beramal demi mengharap ridha Allah semata, maka dia telah memurnikan niatnya, alias telah ikhlas.

      menirukan bacaan qori’ kesukaan boleh-boleh saja, apalagi jika dia membaca dengan tartil dan indah. Sebab Rasulullah pernah mengatakan kepada para sahabat: “Barangsiapa ingin membaca Al Qur’an dengan merdu seperti saat ia diturunkan, maka hendaklah membacanya seperti bacaan Ibnu Ummi ‘Abd (yakni Ibnu Mas’ud)”.

      Mengatakan ‘uff (artinya semua perkataan yg menunjukkan ketidaksukaan, spt Idih, Cih, Huss, Dasar begini dan begitu, dan semisalnya), kepada orang tua jelas merupakan perbuatan fasik, dan bisa menjadi dosa besar.

      Pacaran termasuk salah satu jenis zina, karena biasanya tidak lepas dari salah satu hal berikut:
      1-Raba-meraba/belai-membelai/senggol-menyenggol, dan ini merupakan zina tangan.
      2-Melihat lawan jenis dengan syahwat, dan ini merupakan zina mata.
      3-Mendengarkan pembicaraan lawan jenis dengan syahwat, dan ini merupakan zina telinga.
      4-Berbicara dengan lawan jenis dengan syahwat, dan ini merupakan zina lisan.
      5-Berangan-angan melakukan tindakan haram, adalah zina hati.
      6-Atau bahkan sampai zina beneran dengan berhubungan seks.
      Akan tetapi zina no 1-5 berbeda statusnya dengan yg nomor 6, baik dari sisi besar-kecilnya, maupun dari efek dan akibat yg ditimbulkan. hanya saja, no 1-5 bila tidak dihindari akan menjerumuskan pelakunya -cepat atau lambat- kepada zina yg sesungguhnya. jadi harus diwaspadai sejak dini. Kebanyakan orang yg pacaran sebelum menikah justru tidak langgeng rumah tangganya, karena masing-masing hanya mencari kepuasan seks, oleh sebab itu begitu ada calon lain yg lebih menarik segera yg pertama ia tinggalkan… atau walaupun telah menikah tetap saja ia pacaran/berselingkuh dgn yg lain… beda dgn yg tidak pernah pacaran.

      -Hukum memakai celana jeans yg marak dikenal zaman ini adalah tidak boleh, sebab hampir semuanya berukuran ketat sehingga menampakkan bentuk pantat dan paha, walaupun tidak isbal. Kecuali bila bentuknya longgar dan tidak menampakkan bagian2 tubuh yg termasuk aurat, maka tidak mengapa. Jadi yg menentukan hukumnya bukan jenis kainnya, namun modelnya. Artinya, kain apa pun kalau dibuat menjadi pakaian ketat, maka tetap haram. Tidak maunya sebagian salafiyyin memakai jeans tadi mungkin karena rata-rata yg ada di pasaran adalah ketat.

      Muslimin Pakistan macam-macam manhajnya, ada yg bermanhaj ahli hadits (salafi), ada yg hanafi (biasanya tidak salafi), ada yg sufi, tabligh, syiah, dll. Ana tidak tahu mana yg mayoritas dari mereka. Tergantung daerah asal dan latar belakang pendidikan. Ada beberapa daerah yg hanya diisi oleh salafi, ada yg mayoritas sufi, dst… wallahu a’lam.

      • comment-avatar

        waah , jazakallahukhoiron stadz. kalo boleh kasih saya saran stadz siapa Qori’ yg bagus dan siapa Qori’ yg ustadz suka ?…

        • comment-avatar
          Abu Hudzaifah Al Atsary 8 years ago

          Wa iyyaak. Qori’ yg ana suka salah satunya adalah Syaikh Khalid Al Ghamidi, sempat mengimami tarawih di Mesjid Nabawi dan masya Allah enak sekali bacaannya… Syaikh Abdullah Awad Al Juhani juga bagus.

          • comment-avatar

            boleh juga tuh jadi referensi. kalo saya suka muhammad al-luhaidan dan misyari al-afasi.

            ooiyya stadz , bgmana cara utk membersihkan hati utk menerima kebenaran.
            ditempat saya kuliah ada orang yg gila popularitas dan ambisi jadi da’i populer (da’i wanna be). jadi dia jika sedang menjelaskan suatu aspek ilmu(agama) maka suaranya dibuat-buat(suka ngeden , nada2 sedih) untuk merekayasa suasana dan dia seumuran dgn kami(mahasiswa) tetapi memposisikan dirinya diatas kami. yang disampaikannya adalah Kebenaran , tetapi krn cara dia yg seperti itu membuat sebagian dari kami menjadi anti-pati terhadapnya walaupun berusaha juga untuk menerima kebenarannya(termasuk saya). dan beberapa muslim awam pun jadi illfil (kaya jijik gitu). bagaimana kami menghadapi orang macam ini ya ustadz ? bisa-bisa kedengkian menghanguskan amal-amal kami…

            dan dalam suatu institusi pendidikan tinggi biasanya ada saja orang seperti ini.(ambisi populeritas)

          • comment-avatar
            Abu Hudzaifah Al Atsary 8 years ago

            Caranya dengan senantiasa mengingat sabda Rasulullah yg artinya: “Takabbur itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang-orang”. Dan sifat takabbur adalah salah satu sifat yg paling tercela dan berbahaya, karena dia adalah sifat iblis dan maksiat yg pertama kali dilakukan terhadap Allah. Bukankah ketika Allah menyuruh iblis untuk sujud menghormati Adam dia menolak? Apa alasannya? Tidak lain ialah karena enggan dan takabbur… dan akibatnya? Dia terkutuk selamanya dan terancam kekal di Neraka. Hanya Allah yg pantas untuk takabbur.
            Kemudian, kalau kita melihat orang yg kita anggap gila popularitas, maka terapkanlah asas praduga tak bersalah (husnuzhan)… niat seseorang itu sifatnya ghaib, hanya Allah dan ybs yang tahu. Adapun kita hanya boleh menilai secara dhahir saja. Mungkin memang caranya bicara kaya begitu… tapi tidak ada salahnya jika dia dinasehati agar merubah metode/gaya bicaranya yg dikhawatirkan menyebabkan orang tidak suka kepadanya. Caranya bisa dengan mengiriminya surat kaleng (tanpa identitas), dengan bahasa yg baik dan menampakkan niat yg tulus, bahwa nasehat tsb semata-mata demi kebaikannya pribadi dan kebaikan teman2nya juga. Ini barangkali salah satu langkah yg bisa dilakukan. wallahu a’lam.

  • comment-avatar
    faith 8 years ago

    ustadz , benarkah sang pembuat buku ‘ushul bid’ah'(shaick al halaby) dinyatakan mubtadi’ oleh kibarul ulama? Apa pokok penyimpangan yg ia lakukan ? Kebetulan diindonesia ini banyak buku2 tulisannya. Mohon penjelasannya agar kami tdk ikut terjerumus…

    dan siapa sajakah murid shaick al albany dimarkaznya yg masih bersih dari tuduhan ?

  • comment-avatar
    Abu Abdillah Ibnu Firdaus al-Mirluny 8 years ago

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarkatuh.
    Alhamdulillah, bertambah lagi website para ustadz, semoga Allah memberi rezeki yang halal kepada ustadz, menerima amal ustadz, dan memberi ilmu yang bermanfaat.

    Ustadz, kapan – kapan tulislah takhrij hadits terhadap kitab Duratun Nasihin. Karena mayoritas Pondok di Indonesia yang bukan Salafi, memakai kitab ini sebagai rujukan. Dan dari kitab ini juga banyak hadits-hadits yang aneh – aneh tersebar.

    Ana request neh ustadz.
    Semoga Allah memberikan kemudahan ustadz untuk menulis. aamiin

  • comment-avatar
    Abu Shafiyyah 8 years ago

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

    Jazaakumullah khairan ustadz sudah meluangkan waktunya di dumay

    Setelah tadi ana dapat info di facebook tentang weblog ustadz, ana pun langsung hadir deh, hehe

    Alhamdulillah saya senang dg adanya weblog ustadz ini sebab di dumay penuh dg website2 penabur Syubhat yg sering kali membahayakan Aqidah Tauhid kaum muslimin

    Padahal aktivitas kaum muslimin cukup padat di dumay & alhamdulillah ada jg kaum muslimin yg dapat hidayah taufiq dg asbab artikel-artikel ilmiah di weblog salafy

    Afwan ustadz, jadi curhat
    Semangat terus ustadz utk memuat artikel-artikelnya yg ilmiah lagi faidah

    Akhirul kalam:
    Allah Yubaarik Fiikum Yaa Fadhilatul Ustadz Abu Hudzaifah Al-Atsary

    Akhukum fillah
    Abu Shafiyyah Al-Bughury As-Salafy

  • comment-avatar

    Jazakallahukhairan

  • comment-avatar

    Assalaamu’alaikum,,,

    Ustadz barakallahu fiik.. Ana melihat web antum sangat baagus dan penuh manfaat.

    Sekedar saran ustadz, mungkin utk tulisan2 yg berkaitan dgn bantahan, mungkin bisa sekalian diupload scan kitab aslinnnya tadz agar terasa lebih mantap lagi

    Jazakallahu khairan

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 7 years ago

      alaikumussalaam warahmatullah…

      dzaalika fadhlun minallaah. saran antum patut dipertimbangkan

  • comment-avatar
    Abu Abdirrozzaq Ihsan 7 years ago

    Assalamu’alaikum,

    Alhamdulillah ustadz…, antum masih menyempatkan diri menulis disamping kesibukan antum menuntut ilmu di madinah… semoga bermanfaat untuk ikhwah khususnya di Indonesia…
    Kami menunggu antum membagi ilmu di Indramayu… sebagaimana “janji” antum saat kita ketemu di mina… (nagih ini ceritanya)… Jika ada kesempatan ke Indramayu silahkan langsung hubungi ana di nomor yg pernah ana kirimkan.

    Semoga Allah azza wa jalla memudahkan dan mengokohkan antum dalam menorehkan tulisan untuk berdakwah di dunia maya… Barokallahu fiik

    Wassalamu’alaikum
    Abu Abdirrozzaq Ihsan (Taufik Effendi)

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 7 years ago

      alhamdulillah wamaa taufiiqi illa billaah.

      Insya Allah, kalau ana diberi kelonggaran rezeki untuk bisa pulang lagi ke Indonesia tahun depan, ana sempatkan mampir di Indramayu.

  • comment-avatar

    Assalamu’alaikum . saya mau konsultasi, saya sering mendapat was-was kejadian lampau barangkali ada yang menyebabkan murtad. pernah tingkah laku , tindakan saya seperti kalang kabut sendiri, tindakan-tindakan yang pernah saya lakukan seperti serba salah di mata agama, bagaimana ini? apakah ada dalam hadist atau al-qur’an mengatasi hal saya yang seperti ini?

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 7 years ago

      Wa’alaikumussalaam… kalau sikap was-was dan kekhawatiran terhadap dosa masa lalu tadi telah berusaha anda lawan sekuat tenaga, maka insya allah ini merupakan pertanda keimanan. Tapi kalau anda biarkan shg Anda meragukan apa-apa yg harus diimani dan diyakini, maka ia berbahaya dan bisa menghantarkan pelakunya kpd kekafiran. Nasehat saya, bertaubatlah yg sungguh-sungguh dan sibukkan diri anda dengan amal shalih dan belajar agama. Sikap was-was itu sering menghinggapi orang yg jahil dan ia adalah godaan syaithan, oleh karena itu berlindunglah kepada Allah darinya, dan belajarlah yg baik agar anda memiliki ilmu yg dapat menggeser sikap was-was tadi.

  • comment-avatar
    abu abdirrahman 7 years ago

    assalamu alaikum warohmatulloh wabarokatuhu
    alhamdulillah, ana mendapat faedah dari membaca artikel ustadz, jazakumullohu khoiron
    wassalamu alaikum warohmatulloh wabarokatuhu

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 7 years ago

      wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh. alhamdulillah awwalan wa aakhiran, wamaa taufiiqii illa billaah.

  • comment-avatar

    assalamu’alaikum,, baru pertama kunjung di situs ini. amat bermanfaat, tetaplah membongkar aliran-aliran sesat ustadz agar umat tidak terjebak syubhat, barokallohufikum, Abu Luqman Al Madiuny

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 7 years ago

      wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh… jazakallaahu khairan wa fiik baarakallaah, allaahumma aamien.

  • comment-avatar
    Rooheebnoor 7 years ago

    assalamu’alaykum warahmatullaahi wabarakatuh, ustadz…
    ada akun facebook..?

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 7 years ago

      Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh.

  • comment-avatar

    assalamu’alaikum.
    ustadz sufyan, orangtua ana seorang pekerja riba (koperasi simpan pinjam) & Qadarullah blm masuk Hidayah ke selinsing hatinya. dan ana adalah orang yg blm berpenghasilan. bagaimana hukumnya ‘diempani/dinafkahi’ oleh orgtua tsb? apakah ana termasuk pemakan harta haram yg doa nya tertahan? minta solusi & pencerahannya ustadz sufyan…

    dan apa bolehkah ana meminjam uang dari org tua ana tsb sebagai modal usaha ? apakah uang pinjaman itu nantinya dihukumi harta haram juga?

  • comment-avatar

    Assalamu’alaikum ustadz.

    bisakah ustadz berikan kami jarh wa ta’dil kpd ahli sirah masa kini yaitu Syaikh Ash-Shalabi. salafiyoon dinegeri ini byk merujuk pd beliau utk siroh anbiya’ , sahabat , dsb. dan ane menemukan disalah satu buku beliau , beliau menukil ucapan sayyid quthb ! bisakan ustadz jelaskan pd kami manhaj & ‘aqidah beliau ? sbg filter utk kami dari penyimpangannya… karena buku beliau telah tersebar luas dikalangan ahlisunnah negeri ini , dan sedikitnya referensi yg dpt kami temukan ttg manhaj beliau di web (yg berbahasa indo/english). barakallahu fiik.

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 7 years ago

      Wa’alaikumussalaam warahmatullah…

      Ana hargai upaya antum yg demikian berhati-hati dalam membaca buku dari penulis2 yg terkenal namun belum antum ketahui manhajnya. Ini memang sikap yg baik dan perlu dipelihara. Namun ana bukanlah ahli jarh wat ta’dil yg mu’tabar… dan masalah jarh wat ta’dil hari ini sering disalahgunakan oleh sebagian kalangan shg mrk menjarh org yg tidak sependapat dgn ijtihad mrk, dan menta’dil org yg sependapat, tanpa melihat terlebih dahulu dalil masing-masing. Bahkan tak sedikit yg kemudian membicarakan pribadi seseorang (ghibah dan bahkan buhtan) dgn alasan JARH wat TA’DIL.
      Adapun bila ada seorang penulis menukil ucapan sayyid quthb, atau hasan al banna, atau tokoh2 IM; maka ini bisa jadi indikasi kalau ybs bermanhaj ikhwani atau haraki. Pun begitu, ana masih belum bisa memastikan apakah dia benar2 ikhwani/haraki hanya dari nukilan tsb… jadi, kita harus cermati juga apa yg dia nukil dr org2 tsb? apakah sesuatu yg berkaitan dgn manhaj dan pemikiran? ataukah sekedar maklumat biasa yg tidak ada kaitannya dgn manhaj/pemikiran. Kemudian perhatikan, apakah yg dinukil tadi suatu kebenaran yg nyata atau sebaliknya, ataukah tidak jelas. Kalau ia kebenaran yg nyata maka tidak ada masalah di sini… karena kebenaran harus kita terima, dari manapun datangnya, walaupun dari Iblis (ingat hadits Abu Hurairah ttg pengaruh ayat Kursi dlm melindungi seseorang dr gangguan setan, yg ngajari adalah setan yg menyamar sbg manusia, dan Rasulullah membenarkan hal tsb).
      Tapi kalau itu sesuatu yg batil, ya tolaklah nukilan tsb… dan tidak berarti semua isi buku tsb tertolak khan? Kecuali bila si penulis lebih banyak ngawurnya daripada benarnya; maka tinggalkan saja buku tsb dan baca buku lainnya. wallaahu a’lam.
      Ana juga kadang merujuk ke Sirah Nabawiyah beliau, karena cara penyampaiannya yg baik dan rujukannya bisa ditelusuri. Walaupun dia seorang IM, secara syar’i kita tidak diharamkan menukil hal-hal yg benar/bisa diterima dari bukunya. Sebaliknya, kalau kita mendapatkan hal-hal yg keliru dari seorang penulis yg ‘dikenal’ bermanhaj salafi, maka kita tidak boleh menukilnya kecuali disertai penjelasan bhw hal tsb batil/keliru.
      Jadi, patokannya adalah dalil itu sendiri. Karena boleh jadi seseorang ‘dikenal’ sbg salafi tapi pd hakikatnya tidak demikian. begitu pula sebaliknya. Al Haqq laa yu’rafu birrijaal. I’rifil haqqa ta’rif ahlahu.
      Bukankah dlm kitab karya para ulama salaf ahlussunnah spt Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah jg terdapat riwayat2 yg lemah atau bahkan palsu? Dan bukankah kita tidak dibenarkan secara ilmiah utk menukil riwayat2 tsb -hanya krn husnuzhan kpd penulisnya- tanpa memastikan kebenarannya? Jadi demikianlah hendaknya kita menyikapi karya tulis orang lain. wallaahu a’lam.

  • comment-avatar
    Eko Tholibun 7 years ago

    ustadz jika seorang menceritakan hadist Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam apakah di syaratkan dia menyebutkan sumbernya misal hadist ini riwayat bukhari atau riwayat muslim. Atau cukup dia mengetahui secara yakin bahwa hadist tersebut sah kemudian dia menyampaikan kpd orang lain tanpa menyebut sumbernya . Mohon penjelasannya barakallahu fiykum ustadz

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 7 years ago

      Disyaratkan sih tidak, yg penting bisa dipastikan keabsahannya, sebab jika masih diragukan keabsahannya, maka kita tidak boleh menisbatkannya secara pasti kepada Nabi, kecuali disertai penjelasan bhw hadits ini perlu diverifikasi lagi.

  • comment-avatar
    abu hawwa muhammad suharsa 7 years ago

    bismillah

    baarokallohu fiikum

    mau tanya ustadz
    antum yang menulis buku “ibunda para ulama” kan?

    jazakallohu khoiron katsiron

  • comment-avatar
    abu hisyam haspiady 7 years ago

    Assalaamu ‘alaikum ya ustadz…. ana mau tanya di kota kami ada kelompok/yayasan wahdah islamiyah, apakah mereka salafiy?

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 6 years ago

      Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh..
      I don’t think so…

  • comment-avatar

    Assalamu’alaikum. Baarakallahu fiikum.
    Terkait jawaban antum:
    menirukan bacaan qori’ kesukaan boleh-boleh saja, apalagi jika dia membaca dengan tartil dan indah. Sebab Rasulullah pernah mengatakan kepada para sahabat: “Barangsiapa ingin membaca Al Qur’an dengan merdu seperti saat ia diturunkan, maka hendaklah membacanya seperti bacaan Ibnu Ummi ‘Abd (yakni Ibnu Mas’ud)”.
    Di dalam hadits tersebut terdapat lafaz “GHADHDHAN” atau “Ghudhdhan” ? dan apakah arti lafaz tersebut adalah “merdu” ?
    Jazakumullah khairan.

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 6 years ago

      Wa’alaikumussalaam warahmatullaah wabarakaatuh…

      Wa fiikum baarakallaah, makna (غضا) bukanlah merdu, tapi ‘fresh/segar’ seperti ketika pertama kali Al Qur’an turun kepada Rasulullah. Ghadhdhan sinonim dengan Thariyyan. Jazakallaah atas koreksiannya.
      Adapun membaca Al Qur’an dengan suara merdu dalilnya adalah hadits Al Bara’ bin ‘Azib yg diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nasa’i, Ibn Majah, Ahmad dan Ad Darimi dgn sanad yg shahih (زينوا القرآن بأصواتكم) Perindahlah Al Qur’an dengan suara kalian. dalam riwayat Ad Darimi dengan sanad yg hasan lafazhnya (حسنوا القرآن بأصواتكم فإن الصوت الحسن يزيدالقرآن حسنا) Baguskanlah Al Qur’an dengan suaramu, karena suara yg bagus (merdu, fasih) menjadikan Al Qur’an semakin indah”.

  • comment-avatar
    Abu Al Ghifari Khordova 6 years ago

    bismillah ana mau tangya

    1.adakah sholat sunat sesudah sholat jum’at dan adakah doa dan zikir setelah jum;at

    2.apa benar anak kecil yg berumur 9-10 tahun kalau ikut sholat berjamaah di masjid membuat shaf terputus

    3.bagai mana hukumnya orang gila ikut sholat berjamaah di masjid

    sukron jazakumullah

  • comment-avatar
    Muhammad al Afhivi 6 years ago

    Afwan ustadz… Apakah nama asli ustadz adalah Sofyan Baswedan, mahasiswa pasca sarjana Univ. Madinah…?? Soalnya ana pernah ketemu dengan beliau (Sofyan Baswedan) ketika musim haji 2012 di Makkah… Klo ustadz bukan beliau… Apakah ustadz mengenal beliau… Mohon informasinya… Sukron, Jazakallah khair….

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 6 years ago

      Betul, ana-lah orangnya, hanya saja ana lebih suka pakai ejaan sesuai lafazh arabnya (سفيان) alias Sufyan, bukan Sofyan.

  • comment-avatar
    Lestari 6 years ago

    Assalamu’alaykum. Ustadz klau mau bantu donasi transfer kmn ya ustadz? Sama konfirmasi kmn. Jazakalloh khoir

  • comment-avatar
    Puji Hartono 6 years ago

    Bismillahirrahmaanirrahiim

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Dalam Majalah As-Sunnah edisi November 2013 dibahas tentang uang pensiun yang -menurut saya- tidak rinci dan bias. Uang pensiun yang mana?

    Ketika disebut uang pensiun, mungkin kebanyakan yang terbesit dalam benak orang adalah uang pensiun PNS karena: Jumlah PNS yang banyak dan penerapan pensiun pada PNS yang sudah sejak lama/pendahulu.

    DANA PENSIUN PNS dari APBN
    Inti permasalahan dalam artikel adalah uang pensiun sebagiannya dari hasil investasi yang tidak halal, ini uang pensiun yang mana? Setahu saya, kalau uang pensiunan PNS berasal dari APBN, lihat rinciannya di http://www.taspen.com/produk/pensiun

    Pembahasan semakin campur aduk dengan menyinggung fatwa Lajnah Daimah yang menghalalkan uang pensiun untuk pensiunan pegawai negara (semacam PNS).

    Mohon dijelaskan lagi secara rinci, karena menurut saya artikelnya bias dan campur aduk, seharusnya ada perincian;
    – Uang pensiunan PNS,TNI,Polri yang berasal dari APBN
    – Uang pensiunan non PNS,TNI,Polri yang berasal dari iuran anggauta dan investasinya

    jazaakallahukhair

    Wassalamu’alaikum wr.wb

    Puji Hartono

    Bandung

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 6 years ago

      Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh…
      Sudah ana jawab via e-mail beberapa waktu lalu

      • comment-avatar
        Puji Hartono 6 years ago

        Mohon dikirim ulang ustadz, nggak nyampai emailnya, mungkin mental di direktori spam.

      • comment-avatar
        husni 6 years ago

        ustadz, ana boleh minta jawabanya, karena ana juga masih bingung membaca artikel tersebut, dan ana kebetulan juga seorang PNS. Sukron JazakaLLah Khoir.

        • comment-avatar
          Abu Hudzaifah Al Atsary 6 years ago

          sudah ana jawab kok…

          • comment-avatar
            husni 6 years ago

            maksud ana bisa dikirim ke email ana ustadz. JazakaLLah khoir.

  • comment-avatar
    husni 6 years ago

    Bismillah
    Ustadz, baarokallahu fiekum, bisa ditanggapi ceramah seseorang ini di salah satu stasiun TV di Indonesia,,,dan ini baru jadi perbincangan hangat di sosial media. sukron
    ini salah satu linknya ustadz https>>>>>>>>

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 6 years ago

      Antum baca saja komen-komen penonton (yg awam) ttg orang dengan tampang spt itu… insya Allah orang awam-pun masih punya naluri untuk membedakan mana ustadz beneran dan mana ustadz gadungan.

  • comment-avatar

    Ustadz apa benar terjadi banir di Madinah pada tahun 2013 yang mengakibatkan terbongkarnya makam para sahabat, sehingga menampakkkan kondisi jenazah yang tetap utuh, sebagaimana di berita ini:

    http://islamislogic.wordpress.com/2014/01/02/banjir-di-madinah-2013-jasad-para-sahabat-ditemukan-utuh-dan-masih-berdarah/

  • comment-avatar
    Abu Ahmad 6 years ago

    Assalamu’alaikum warahmatullah..saya banyak mengambil manfaat dari situs ini. Teruslah berdakwah ustad. Semoga Allah senantiasa menjaga dan menuntun ustad beserta keluarga diatas titian yang diridhai-Nya. Maaf…ustad kenal ustad Ismail Margam? Apakah adik tingkat ustad? Syukran.

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 6 years ago

      وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته… الحمد لله، وما توفيقي إلا بالله، آمين على دعائك وجزاك الله خيرا
      Ana pernah ketemu dgnnya beberapa tahun lalu, dia adik kelas ana tapi ana lupa di fakultas apa dia belajar. Ana rasa sih sdh lulus, wallaahu a’lam.

  • comment-avatar
    abu alghifari 6 years ago

    bismillah…assalamualaikum.. ana sekarang menjadi celeg sebuah partai politik dan baru tiga bulan ini ana mengenal kajian salaf, bagai mana pandangan ustadz mohon pendapatnya ..jazakumullah khairan

  • comment-avatar

    ana bisa minta alamat e-mail antum.???

  • comment-avatar

    alhamdulillah tgl 2 maret ahad,ada tabligh akbar dan bedah buku di masjid kotta barat jl.dr.moewardi no.24,surakarta.pembicara : Ust.Abu Hamzah Agus Hasan Bashori,Lc,M,Ag( malang ) Moderator : Ust.Ikmal Fahad Dawud,M,P.i jam 20.00.-22.00 .dengan tema Sikap Muslim terhadap ahlu bait: penyelenggara : Lpba Imam asy-syafi’i surakarta dan didukung oleh : Yasyfi’ ( Yayasan Al-Imam Asy-Syafi’i )…..-+ 30 menitada tambahan kajian dari Ust.Dr.Muin’dillahi Bashri,MA ( ketua dewan syariah ) kota surakarta….kapan ust.bisa memberikan taushiyah lg di kota solo temanya Tentang aqidah Syiah mengancam dunia atau NKRI.insya alloh

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 6 years ago

      Alhamdulillah, wa baarakallaahu fiikum wa fil asaatidzah jamie’an.

  • comment-avatar

    Jika seseorang mendengarkan audio Al Qur’an yg didedikasikan oleh pembuatnya sbg ‘Audio Ruqyah’ apakah termasuk meminta diruqyah?(yg tdk termasuk golongan yg masuk surga tanpa hisab)?
    tetapi orang tersebut hanya niat untuk mendengarkan lantunan tilawah Al-Qur’an dan Ia pun tidak pernah mau meminta diruqyah krn adanya keutamaan dari hal tsb.

    Dan bolehkah seseorang diberi nama ‘Abdurabbissamawaati wal ardh ?

    mohon pencerahannya

    • comment-avatar
      Abu Hudzaifah Al Atsary 6 years ago

      Sebagian ulama memandang dari sisi yg tersembunyi, dengan mencoba memahami apa rahasia di balik pengkhabaran Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam akan empat kriteria org yg masuk jannah tanpa hisab tsb. Mereka lantas menafsirkan bahwa keempat hal tsb berpengaruh thd kesempurnaan rasa tawakkal. Nah, dari sini, perlu kita fahami bahwa tawakkal itu sebenarnya amalan hati… boleh jadi seseorang tidak minta diruqyah namun hatinya sangat berharap agar ada yg meruqyah. Bila ia sakit lalu dibesuk oleh orang shalih, ia berharap agar si shalih tadi meruqyahnya sebelum pulang… dan ia mungkin sedih jika tidak diruqyah. Sebaliknya, seseorang mungkin sengaja minta diruqyah namun ia tidak terlalu berharap akan hal tsb… kalaupun permintaannya tidak dikabulkan, ia tidak sedih sama sekali. Tentunya, tipe yg kedua ini walaupun dhahirnya tidak sesuai dengan anjuran hadits di atas, namun batinnya sesuai. sedangkan orang yg pertama adalah kebalikannya.
      Dari sisi lain, masuk jannah tanpa hisab tsb dikaitkan dengan empat hal, bukan cuma tidak minta diruqyah. jadi jangan sampai lupa…
      Kemudian perlu juga difahami bahwa ada hadits-hadits lain yg disitu Nabi shallallaahu ‘alaih wa sallam memerintahkan Aisyah untuk minta ruqyah (HR. Muslim). Oleh karenanya, sebagian ulama menafsirkan bahwa minta ruqyah saat membutuhkannya adalah mubah, walaupun yg lebih afdhal adalah meninggalkannya.
      Kalaupun seseorang pernah meminta ruqyah lalu menyesal, apakah ia otomatis selamanya tidak akan masuk jannah tanpa hisab? Wallaahu a’lam. Sebab dalam hadits itu juga disebutkan larangan berobat dengan kayy (besi membara yg diselomotkan ke bagian tubuh tertentu untuk mengobati suatu penyakit)… nah disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa sahabat Imran bin Hushain mengatakan bahwa dirinya disalami oleh malaikat secara langsung, namun ketika beliau berobat dengan kayy… salam tersebut terputus. Beliau lantas meninggalkan cara tersebut (taubat dari kayy) hingga para malaikat kembali menyalaminya (HR. Muslim no 1226). Jelas sekali bahwa orang yg mendapat salam dari malaikat adalah lebih tinggi derajatnya dari yg 70 ribu orang tsb… dan kalaulah orang yg pernah berobat dengan kayy saja bisa kembali mendapatkan fadhilah spt yg tidak pernah menggunakannya, maka insya Allah bila yg minta ruqyah kemudian menyesal dan bertaubat, maka insya Allah ia tidak kehilangan fadhilah tsb.
      Terkait pertanyaan antum: Kalau dalam hati antum ada kecenderungan mengharap kesembuhan dari lantunan ruqyah dlm kaset tsb, maka inilah masalahnya… namun jika tidak ada, maka insya Allah tidak mengapa. wallaahu a’lam.
      Penamaan abdurrabbissamaawaati wal ardh dari segi makna sih tidak bermasalah. Namun nama yg panjang tsb bisa bermasalah bila digunakan di negeri2 ‘ajam spt indonesia, apalagi di kalangan masyarakat yg suka menyingkat nama. Ana khawatir suatu saat dia dipanggil dengan julukan “rabbi”… atau yg semisalnya.

      • comment-avatar

        sebenarnya saya hanya niat ingin mendengarkan tilawah dari salahsatu Qari’ kesukaan saya , wahai ustadz. ttp sipembuat audio itu merancang kompilasi audio tilawah itu sebagai ruqiyyah.

        apakah termasuk kalau begitu tadz?
        jika ada seseorang datang lalu’ujug-ujug’meruqyah, apakah itu termasuk sebgai yg minta diruqyah , ustadz? setau saya yg termasuk itu adl yg meminta/request.

        • comment-avatar
          Abu Hudzaifah Al Atsary 6 years ago

          Innamal a’maalu binniyyaat. tergantung niat antum lah.

  • comment-avatar

    Assalamu’alaikum ustadz, bisakah sy memiliki email ustadz untuk bertanya agar tidak terbaca oleh orang lain?
    Jazakallahu khair

  • comment-avatar
    yazid 6 years ago

    afwan,arti “JI” itu singakatan apa yah?

  • comment-avatar
    BIRGOMI 6 years ago

    ASSALAMUALAIKUM….
    USTADZ, SAYA TUNGGU RANGKUMAN TANYA JAWABNYA FORMAT PDF.
    ALHAMDULILLAH MEMBUKA CAKRAWALA TENTANG DUNIA SYIAH BAGI SAYA.
    JAZAKALLAHU KHAIR

  • comment-avatar

    Assalamu’alaykum.

    Ustadz ,
    1. siapa itu Syaikh Ahmad Syakir ? Apakah beliau menyusun shahih Musnad imam Ahmad ? bagus tdk kitab tsb dijadikan rujukan?
    2. Dalam tashih antum cenderung kpd Para ulama Saudi atau Yordan (murid Syaikhul Albani)? dan kenapa?
    3.Syaikh Abu Ishaq alhuwaini siapa? dan apa karya2 beliau yg bagus?

DISQUS: 0