Home / Sejarah / Laporan Khusus dari Dammaj (kemarin)

Laporan Khusus dari Dammaj (kemarin)

Laporan Masuknya Bantuan Palang Merah Internasional

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمدلله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف خلق الله محمد بن عبد الله وعلى آله وأصحابه أجمعين.أما بعد:

Bantuan dari Palang Merah internasional akhirnya sampai ke Dammaj setelah diusahakan setengah mati lewat tekanan keras kepada pihak Hutsiyyin. Setelah mereka rampas seperempatnya, kafilah sembako pun tiba. Akan tetapi kesedihan justru bertambah bagi saudara kita warga Dammaj, sebab gandum yang datang ternyata belum digiling dan kami tidak punya BBM untuk menjalankan mesin giling. Ada sedikit beras yang kami terima namun kami tidak punya gas maupun bumbu lain untuk memasaknya, spt bawang merah, tomat, dll; karena pihak syi’ah masih menerapkan blokade. Sebab itulah, bantuan ini tidak banyak manfaatnya bagi saudara-saudara kita, dan jumlahnya pun relative kecil, sbb:

Biji gandum (belum digiling) sejumlah 610 karung, dan setelah dibagikan ke seluruh kepala keluarga, tiap keluarga mendapat 10 Kg.

400 sak gula, dan tiap keluarga mendapat 2 Kg.

190 dus minyak, dan tiap keluarga mendapat 1 liter.

Adapula paket bantuan yg isinya macam2 sejumlah 890 dus. Tiap dus berisi beberapa sachet shampoo, sabun, popok, handuk, dan 10 bungkus garam. Paket ini tidak dibagi2kan kepada warga karena terlalu sedikit, namun diberikan ke dapur umum khusus bagi santri2 yang belum menikah. Ada pula sejumlah selimut yag kami terima.

Adapun obat-obatan yang kami terima adalah berupa paket2 kecil yang tidak mencukupi kebutuhan lokal karena banyaknya warga Dammaj. Bantuan tsb -sebagaimana yg dilaporkan Puskesmas Dammaj- adalah sbb:

-Kapas (dlm jumlah yang lumayan).

-Kain kasa/perban (macam2).

-Berbagai macam cairan infuse.

-100 buah botol kaca 10 cc.

-Satu pak tensoplas.

-3 botol Yodium, @ 1 lt.

-Sirup antibiotic untuk anak-anak, jumlah: hanya 50 botol.

-Vialat Lid dan Cayenne Anasthetic untuk bius local.

Kami masih membutuhkan antibiotic dan obat-obatan penghenti pendarahan, sarana transfusi darah, benang jahit, dan penanggulangan wabah penyakit dan penyakit kronis spt diabetes, epilepsy, TBC, jantung, hipertensi, dll.

[Laporan medis Puskesmas Dammaj, 11 Muharram 1433 H]

Kami beritakan pula bahwa pihak Hutsiyyin telah menyita barang-barang yang dibeli oleh Darul Hadits Dammaj dengan uang pribadi mereka, yang berupa tepung terigu, gas, gula, saus, kacang polong, dan bahan pangan lain yang nilai totalnya mencapai 4 juta Riyal Yamani (kira2 Rp. 200 juta -pent).

Mereka lantas menjualnya di pasar-pasar, padahal Sdr. Faris Manna’ selaku gubernur Sha’dah berjanji memasukkan barang2 tsb secara pribadi, akan tetapi kami belum menerimanya dan tidak pula melihat sosok beliau.

Alhamdulillah, walaupun kami bersyukur atas nikmat ini, akan tetapi kami menyaksikan bahwa pihak syi’ah Hutsiyyin selalu membikin kebohongan, di antaranya sbb:

  1. Mereka mengatakan bahwa kami telah memasukkan bantuan logistic dan kafilah bantuan kemanusiaan, lalu menceritakan jasa-jasa mereka… padahal hari itu juga selepas dhuhur mereka menyerang kafilah bantuan dan menuduh kami sebagai pelakunya. Mereka lantas berdamai dengan pihak Palang Merah dengan imbalan seperempat muatan bagi Hutsiyyin yang berada di Dammaj. Kemudian mereka mengambil lebih dari seperempat, dan wallahu a’lam berapa banyak yang mereka sita sebelum diangkut oleh kafilah.
  2. Mereka mengatakan bahwa blokade telah dihentikan. Ini merupakan kedustaan, sebab blokade masih terjadi dan mereka sengaja merampok sebagian dari bantuan yang masuk agar jumlahnya berkurang dan tidak mencukupi kebutuhan warga.
  3. Mereka mengatakan bahwa perdamaian telah terjadi dan perang telah berhenti. Ini juga tidak benar, sebab mereka tidak memelihara perdamaian dan masih menembaki kita siang-malam sejak terbit fajar hingga fajar hari berikutnya. Bahkan kita tidak bisa tidur nyenyak, dan banyak ikhwan kita yang terluka setelah masuknya kafilah bantuan kemanusiaan, dan setelah pihak Hutsiyyin mengumumkan gencatan senjata dan penghentian blokade. Semua klaim tadi hanyalah kebohongan. Di antara mereka yang terluka ialah:

1-    Imad bin Musthafa As Sudani

2-    Geis bin Ahmad bin Fadhil Al Lahji

3-    Zakariya bin Ali Al Yafi’i

4-    Ahmad bin Muhammad bin Bisyir Az Zira’I At Ta’zi

5-    Yunus bin Ali At Thawwaf

6-    Shabir bin Muhammad Ar Reimi

7-    Saddam bin Isa Abdullah Rabie’

8-    Ibrahim bin Ubeidah Ash Shubeihi

9-    Ali bin Abdullah bin Muhammad

10- Ali bin Shalih Al Hajuri

11- Ali Ar Reimani Al Ibby, dll yang namanya belum kami terima.

Tujuan mereka mengatakan bahwa mereka telah memasukkan kafilah bantuan, menyudahi pengepungan, menghentikan perang, dll adalah agar kecaman media massa dari dalam maupun luar terhadap mereka mereda. Akan tetapi kami mengatakan: “Hanya kepada Allah lah kami mengadu, dan cukuplah dia sebagai penolong yang terbaik dalam menghadapi kaum yg zhalim tersebut, dan dalam menghadapi kebohongan media massa yg hendak memadamkan cahaya Allah lewat mulut mereka, akan tetapi Allah pasti menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang kafir tak suka”.

[Ditulis oleh Sekwilda Dammaj: Abu Muhammad, Abdul Wahhab Asy Syumeiry, 11 Muharram 1433 H, Daarul Hadits – Dammaj ].

sumber: http://aloloom.net/vb/showthread.php?t=10581

About Dr. Sufyan Baswedan,MA

Dr. Sufyan Baswedan,MA
Beliau bernama Sofyan Shidiq bin Fuad Baswaedan, kunyah beliau Abu Hudzaifah Al Atsary. Pendidikan beliau : SMA Negeri 3 Surakarta S1 Universitas Islam Madinah, KSA S2 Universitas Islam Madinah, KSA S3 Universitas Islam Madinah, KSA

Baca Juga

Singa-Singa Allah

Pasukan Qaba-il Ahlussunnah Yaman siap berjihad melawan Syi’ah Houtsi. Semoga Allah memutihkan wajah mereka, menepatkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *